<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1657488210880220869</id><updated>2012-02-16T00:32:35.083-08:00</updated><title type='text'>The Power Of Mind</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://orrochimaru2.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1657488210880220869/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orrochimaru2.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Risza Oki Pardira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18128198406574261459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_RJ5VsRWqyBg/SHonqwkYDwI/AAAAAAAAAAM/2UcCd-5CgNA/S220/1_897606453m.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>9</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1657488210880220869.post-1736080200570594692</id><published>2008-10-19T06:18:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T06:20:33.916-07:00</updated><title type='text'>Kode Tombol Rahasia Ponsel Nokia</title><content type='html'>Kode Tombol Rahasia Ponsel Nokia - Kunci Trik Cara Buka Secret Code &lt;br /&gt;Akses HP/Handphone/ Telepon Selular/Seluler Nokia Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah kunci kode tombol rahasia yang dapat anda &lt;br /&gt;jalankan sendiri dengan mengetiknya di keypad hp ponsel anda yang &lt;br /&gt;bermerek Nokia baik yang cdma maupun yang gsm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Melihat IMEI (International Mobile Equipment Identity)&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 0 6 #&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Melihat versi software, tanggal pembuatan softwre dan jenis &lt;br /&gt;kompresi software&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 0 0 0 0 #&lt;br /&gt;Jika tidak berhasil coba pencet * # 9 9 9 9 # &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Melihat status call waiting&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 4 3 # &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Melihat nomor / nomer private number yang menghubungi ponsel anda&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 3 0 # &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menampilkan nomer pengalihan telepon all calls&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 2 1 # &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Melihat nomor penelepon pada pengalihan telepon karena tidak anda &lt;br /&gt;jawab (call divert on)&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 6 1 # &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Melihat nomor penelepon pada pengalihan telepon karena di luar &lt;br /&gt;jangkauan (call divert on)&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 6 2 # &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Melihat nomor penelepon pada pengalihan telepon karena sibuk &lt;br /&gt;(call divert on)&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 6 7 # &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Merubah logo operator pada nokia type 3310 dan 3330&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 6 7 7 0 5 6 4 6 # &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Menampilkan status sim clock&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 7 4 6 0 2 5 6 2 5 # &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Berpindah ke profil profile ponsel anda&lt;br /&gt;Caranya tekan tombol power off tanpa ditahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Merubah seting hp nokia ke default atau pabrikan&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 7 7 8 0 # &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Melakukan reset timer ponsel dan skor game ponsel nokia&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 7 3 # &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Melihat status call waiting&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 4 3 # &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Melihat kode pabrik atau factory code&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 7 7 6 0 # &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Menampilkan serial number atau nomer seri hp, tanggal pembuatan, &lt;br /&gt;tanggal pembelian, tanggal servis terakhir, transfer user data. &lt;br /&gt;Untuk keluar ponsel harus direset kembali.&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 92702689 # &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Melihat kode pengamanan ponsel anda&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 2 6 4 0 # &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Melihat alamat ip perangkat keras bluetooth anda&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 2 8 2 0 # &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Mengaktifkan EFR dengan kualitas suara terbaik namun boros &lt;br /&gt;energi batere. Untuk mematikan menggunakan kode yang sama.&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 3 3 7 0 # &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Mengaktifkan EFR dengan kualitas suara terendah namun hemat &lt;br /&gt;energi batere. Untuk mematikan menggunakan kode yang sama.&lt;br /&gt;Caranya tekan * # 4 7 2 0 # &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Menuju isi phone book dengan cepat di handphone nokia&lt;br /&gt;Caranya tekan nomer urut lalu # contoh : 150#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Mengalihkan panggilan ke nomor yang dituju untuk semua panggilan&lt;br /&gt;Caranya tekan * * 2 1 * Nomor Tujuan # &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Mengalihkan panggilan ke nomor yang dituju untuk panggilan yang &lt;br /&gt;tidak terjawab&lt;br /&gt;Caranya tekan * * 6 1 * Nomor Tujuan # &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Mengalihkan panggilan ke nomor yang dituju untuk panggilan &lt;br /&gt;ketika telepon hp anda sedang sibuk&lt;br /&gt;Caranya tekan * * 6 7 * Nomor Tujuan # &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan Tambahan :&lt;br /&gt;- Kode diinput tanpa spasi&lt;br /&gt;- Ada kode-kode nokia yang berlaku pada tipe tertentu saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dikutip : komunitas&amp;perpustak aan online&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/dam.php?b=7491" type="text/javascript"&gt;
     &lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1657488210880220869-1736080200570594692?l=orrochimaru2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orrochimaru2.blogspot.com/feeds/1736080200570594692/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1657488210880220869&amp;postID=1736080200570594692' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1657488210880220869/posts/default/1736080200570594692'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1657488210880220869/posts/default/1736080200570594692'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orrochimaru2.blogspot.com/2008/10/kode-tombol-rahasia-ponsel-nokia.html' title='Kode Tombol Rahasia Ponsel Nokia'/><author><name>Risza Oki Pardira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18128198406574261459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_RJ5VsRWqyBg/SHonqwkYDwI/AAAAAAAAAAM/2UcCd-5CgNA/S220/1_897606453m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1657488210880220869.post-4815373882178025038</id><published>2008-10-19T06:00:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T06:14:49.259-07:00</updated><title type='text'>KHAYALAN TENTANG TUHAN</title><content type='html'>Dalam suatu obrolan di warung kopi tanpa sengaja saya mendengar 2 orang mahasiswa yang sedang asik berdebat tentang keberadaan tuhan. Satu orang memandang bahwa tuhan hanyalah suatu teori saja sedangkan yang lain memandang tuhan memang ada. Keduanya berdebat sengit mempertahankan argument masing-masing, perdebatan itu berlangsung hingga 2 jam tanpa menghasilkan kesimpulan apa-apa.&lt;br /&gt;Lalu, sebenarnya tuhan itu ada atau tidak ya??&lt;br /&gt;Kita semua dilahirkan berbeda-beda dengan warna kulit, suku, ras dan agama yang berbeda-beda pula, kita tidak pernah bisa memilih warna kulit, ras dan agama tersebut, ada yang lahir dengan warna kulit hitam, kulit putih, ada yang lahir sebagai orang sunda, orang batak dan ada yang lahir dengan agama islam, kristen, hindu, budha, dll. Artinya kita dilahirkan dengan takdir kita masing-masing tanpa bisa menentukan kita akan jadi seperti apa. Lalu sebenarnya agama mana dan tuhan siapa sih yang paling benar??  Menurut saya semua agama itu benar dan ga ada yang salah, jika anda menanyakan pada saya agama apa yang paling sempurna, tentu saya akan menjawab bahwa agama saya adalah yang paling sempurna, dan sebaliknya jika kita tanyakan kepada penganut agama lain tentu mereka akan menganggap kalau agama merekalah yang paling sempurna. Lalu dengan berbeda-bedanya agama kita, apakah pada akhirnya nanti siapa yang akan masuk surga??apakah orang islam??orang kristen??Hindu??atau budha??terus bagaimana kalau kita ternyata dilahirkan dengan agama  yang salah??apakah nanti kita akan protes ke tuhan????hehe,,kalo bisa protes ama tuhan pasti nanti di neraka bakal ada demonstrasi besar2an ya ama tuhan,,mungkin ada yg bakal ngomong “HEKH!!TUHAN KENAPA SAYA DILAHIRKAN DENGAN AGAMA INI SI???” atau “HEKH!!TUHAN KALO CUMA ADA 1 AGAMA YANG BENAR KENAPA AKU GA DILAHIRKAN SEBAGAI AGAMA ITU SI???” &lt;br /&gt;Akh!ini sih Cuma khayalan saya saja, toh sebenarnya agama kita hanya takdir saja,,,sangat sulit bagi kita untuk keluar dari lingkaran kepercayaan yang dianut keluarga kita, apakah anda pernah berpikir untuk mencari agama yang “sreg” dengan anda??apakah anda pernah mencoba mencari agama yang paling sempurna??saya yakin 90% orang di dunia ini akan menjawab tidak pernah berpikir untuk mencari agama  yang paling sempurna, karena mereka pasti akan terbelenggu oleh keluarga mereka,,,coba saja anda mencoba mengutarakan pada orang tua anda “saya ingin mencari agama yang paling sempurna”, tentu orang tua anda akan marah besar, iya kan???hehe,,begitu juga dengan saya,,&lt;br /&gt;Pada akhirnya kita hanya bisa  terus meyakini agama yang dianut orang tua kita. Oleh karena itu, kenapa sih kita harus ribut2 Cuma karena masalah agama??kenapa sih harus ada saling sindir dan saling benci diantara umat agama yang berbeda??padahal kita adalah saudara, masalah kita terlahir dengan agama apa, itu Cuma takdir saja,,takdir yang entah darimana datangnya,takdir yang mungkin juga berupa ketidaksengajaan.&lt;br /&gt; Kita kembali ke tema, lalu sebenarnya tuhan itu ada ga sih??? Kalau menurut saya, terlepas dari ada atau tidaknya tuhan sebenarnya konsep ketuhanan merupakan konsep yang terbaik yang telah mengendalikan sifat2 buas manusia, Konsep ketuhanan merupakan induk dari segala macam aturan di dunia ini, konsep ketuhanan juga yang mengubah manusia primitif menjadi manusia beradab.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/dam.php?b=7491" type="text/javascript"&gt;
     &lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1657488210880220869-4815373882178025038?l=orrochimaru2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orrochimaru2.blogspot.com/feeds/4815373882178025038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1657488210880220869&amp;postID=4815373882178025038' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1657488210880220869/posts/default/4815373882178025038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1657488210880220869/posts/default/4815373882178025038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orrochimaru2.blogspot.com/2008/10/khayalan-tentang-tuhan.html' title='KHAYALAN TENTANG TUHAN'/><author><name>Risza Oki Pardira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18128198406574261459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_RJ5VsRWqyBg/SHonqwkYDwI/AAAAAAAAAAM/2UcCd-5CgNA/S220/1_897606453m.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1657488210880220869.post-2171617413945352942</id><published>2008-08-23T02:34:00.000-07:00</published><updated>2008-08-23T02:36:18.510-07:00</updated><title type='text'>pengen dapet duit tambahan???</title><content type='html'>pengen dapet duit tambahan??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;klik infonya dibawah sini nih,,,&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/sca.php?b=7491" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/dam.php?b=7491" type="text/javascript"&gt;
     &lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1657488210880220869-2171617413945352942?l=orrochimaru2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://kumpulblogger.com/signup.php?refid=11117' title='pengen dapet duit tambahan???'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orrochimaru2.blogspot.com/feeds/2171617413945352942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1657488210880220869&amp;postID=2171617413945352942' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1657488210880220869/posts/default/2171617413945352942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1657488210880220869/posts/default/2171617413945352942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orrochimaru2.blogspot.com/2008/08/pengen-dapet-duit-tambahan.html' title='pengen dapet duit tambahan???'/><author><name>Risza Oki Pardira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18128198406574261459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_RJ5VsRWqyBg/SHonqwkYDwI/AAAAAAAAAAM/2UcCd-5CgNA/S220/1_897606453m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1657488210880220869.post-6493638991012201342</id><published>2008-08-23T01:20:00.000-07:00</published><updated>2008-08-23T02:31:16.455-07:00</updated><title type='text'>alamat kedutaan besar yan ada di Indonesia</title><content type='html'>lamat lengkap kedubes (kedutaan besar), no telp kedubes, fax kedubes, email kedubes… dll. Mao bikin passport? Atau ada urusan lain!?!. Butuh alamat kedubes, semoga daftar alamat-alamat kedubes2 dibawah ini bisa ngebantu lo..  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;A&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Afghanistan&lt;br /&gt;Jl. Dr. Kusumaatmaja S.H. 15, Jakarta 10310&lt;br /&gt;Telepon : (021) 314-3169&lt;br /&gt;Fax : (021) 335-390&lt;br /&gt;Email: afghanembassy_indo@yahoo.com&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Afrika Selatan&lt;br /&gt;Wisma GKBI, 7th Floor, Suite 705&lt;br /&gt;Jl. Jenderal Sudirman No. 28, Jakarta 10210&lt;br /&gt;Telepon : (021) 574-0660&lt;br /&gt;Fax : (021) 574-0661&lt;br /&gt;Email: saembjak@centrin.net.id&lt;br /&gt;Website: www.saembassy-jakarta.or.id&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Perwakilan Albania untuk Indonesia&lt;br /&gt;2952, Jl. Bukit Ledang, Off Jalan Duta,&lt;br /&gt;Kuala Lumpur 50480, Malaysia&lt;br /&gt;Phone: (60-3) 2093-7808, 2093-8102&lt;br /&gt;Fax: (60-3) 253-7359&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Algeria/Aljazair&lt;br /&gt;Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 10-1&lt;br /&gt;Kuningan, Jakarta 12950&lt;br /&gt;Telepon : (021) 525-4719 / 525-4809&lt;br /&gt;Fax : (021) 525-4654&lt;br /&gt;Email: ambaljak@cbn.net.id&lt;br /&gt;Website: www.algeria-id.org&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta&lt;br /&gt;Jl. Medan Merdeka Selatan No. 5, Jakarta 10110&lt;br /&gt;Telepon : (021) 3435-9000&lt;br /&gt;Fax : (021) 386-2259&lt;br /&gt;Email: jakconsul@state.gov&lt;br /&gt;Website: www.usembassyjakarta.org&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Amerika Serikat di Bali&lt;br /&gt;Jl. Hayam Wuruk 188 Denpasar - Bali, Indonesia&lt;br /&gt;Phone: (62-361) 233-605&lt;br /&gt;Fax: (62-361) 222-426&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Amerika Serikat di Surabaya&lt;br /&gt;Jl. Raya Dr. Sutomo No. 33&lt;br /&gt;Surabaya, Jawa Timur&lt;br /&gt;Phone: (62-31) 568-2287, 568-2288&lt;br /&gt;Fax: (62-31) 567-4492&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Arab Saudi&lt;br /&gt;Jl. M.T. Haryono, Kav. 27 Jakarta 13630&lt;br /&gt;Telepon: (021) 801-1553 / 801-1537&lt;br /&gt;Fax : (021) 801-1527&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Argentina&lt;br /&gt;Menara Mulia Building, 19th Floor, Suite 1901&lt;br /&gt;Jl. Jenderal Gatot Subroto, Kav. 9-11&lt;br /&gt;Jakarta 12930&lt;br /&gt;Telepon : (021) 526-5661&lt;br /&gt;Fax : (021) 526-5664&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Australia&lt;br /&gt;Jl. H.R. Rasuna Said, Kav. C15-16&lt;br /&gt;Jakarta 12940, Indonesia&lt;br /&gt;Telepon : (021) 522-7111&lt;br /&gt;Fax : (021) 522-7101&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Austria&lt;br /&gt;Jl. Diponegoro 44, Jakarta 10310&lt;br /&gt;Telepon : (021) 338-090 / 338-101 / 310-7451&lt;br /&gt;Fax : (021) 390-4927&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;B&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Bangladesh&lt;br /&gt;Jl. Denpasar Raya 3, Block A-13&lt;br /&gt;Kav. 10, Kuningan Jakarta 12950&lt;br /&gt;Telepon : (021) 525-1986 / 522-1574&lt;br /&gt;Fax : (021)526-1807&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Belanda&lt;br /&gt;Jl. H.R. Rasuna Said Kav. S-3, Jakarta 12950&lt;br /&gt;Telepon : (021) 525-1515&lt;br /&gt;Fax : (021) 570-0734&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Belgia&lt;br /&gt;Deutsche Bank Building 16th Floor&lt;br /&gt;Jl. Imam Bonjol 80, Jakarta 10310&lt;br /&gt;Telepon : (021) 316-2030&lt;br /&gt;Fax : (021) 316-2035&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Brasil&lt;br /&gt;Menara Mulia Building, 16th Floor, Suite 1602&lt;br /&gt;Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 9-11&lt;br /&gt;Jakarta 12390&lt;br /&gt;Telepon : (021) 526-5656&lt;br /&gt;Fax : (021) 526-5659&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Brunei Darussalam&lt;br /&gt;Wisma GKBI, Suite 1901&lt;br /&gt;Jl. Jenderal Sudirman 28, Jakarta 10210&lt;br /&gt;Telepon : (021) 574-1437 / 574-1438 / 574-1439&lt;br /&gt;Fax : (021) 574-1463&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Bulgaria&lt;br /&gt;Jl. Imam Bonjol 34-36, Jakarta 10310&lt;br /&gt;Telepon : (021) 390-4048 / 390-4049&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;C&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Chile&lt;br /&gt;Bina Mulia I building, 7th Floor&lt;br /&gt;Jl. H.R. Rasuna Said, Kav. 10, Jakarta 12950&lt;br /&gt;Telepon : (021) 520-1131&lt;br /&gt;Fax : (021) 520-1955&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Cina&lt;br /&gt;Mega Kuningan No.2, Jakarta&lt;br /&gt;Telepon : (021) 576-1037 / 576-1038 / 576-1039&lt;br /&gt;Fax : (021) 576-1034&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Czech (Ceko)&lt;br /&gt;P.O. Box 1319&lt;br /&gt;Jl. Gereja Theresia 20, Jakarta&lt;br /&gt;Telepon : (021) 390-4075 / 390-4077&lt;br /&gt;Fax : (021) 336-282&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;D&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Denmark&lt;br /&gt;Bina Mulia Building, 4th Floor&lt;br /&gt;Jl. H.R. Rasuna Said, Kav. 10, Jakarta 12950&lt;br /&gt;Telepon : (021) 520.4350&lt;br /&gt;Fax : (021) 520-1962&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;E&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Emirat Arab&lt;br /&gt;Jl. Sisingamangaraja C-4, Kav. 16-17&lt;br /&gt;Jakarta 12950&lt;br /&gt;Telepon : (021) 520-6518 / 520-6552&lt;br /&gt;Fax : (021) 520-6526&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;F&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Filipina&lt;br /&gt;Jl. Imam Bonjol No. 6-8&lt;br /&gt;Menteng, Jakarta 10310&lt;br /&gt;Telepon : (021) 310-0302 / 314-9329 / 310-0334&lt;br /&gt;Fax : (021) 315-9773 / 315-1167&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Finlandia&lt;br /&gt;Bina Mulia Building I, 10th Floor&lt;br /&gt;Jl. H.R. Rasuna Said, Kav. 10, Jakarta 12950&lt;br /&gt;Telepon : (021) 520-7408&lt;br /&gt;Fax : (021) 525-2033&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;H&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Hungaria&lt;br /&gt;Jl. H.R. Rasuna Said, Kav. X No. 3&lt;br /&gt;Kuningan, Jakarta 12950&lt;br /&gt;Telepon : (021) 520-3459 / 520-3460&lt;br /&gt;Fax : (021) 520-3461&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;I&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar India&lt;br /&gt;Jl. H.R. Rasuna Said, S-1, Kuningan&lt;br /&gt;Jakarta 12950&lt;br /&gt;Telepon : (021) 520-4150 / 520-4152 / 520-4157&lt;br /&gt;Fax : (021) 520-4160&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Inggris&lt;br /&gt;Jl. M.H. Thamrin 75, Jakarta&lt;br /&gt;Telepon : (021) 315-6264&lt;br /&gt;Fax : (021) 314-1824 / 390-2726 / 390-7493&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Iran&lt;br /&gt;Jl. H.O.S. Cokroaminoto 110&lt;br /&gt;Telepon : (021) 331-391 / 334-637 / 331-378&lt;br /&gt;Fax : (021) 310-7860&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Irak&lt;br /&gt;Jl. Teuku Umar 38, Jakarta 10350&lt;br /&gt;Telepon : (021) 390-4067&lt;br /&gt;Fax : (021) 390-4066&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Italia&lt;br /&gt;Jl. Diponegoro 45, Jakarta 10310&lt;br /&gt;Telepon : (021) 337-445 / 323-490&lt;br /&gt;Fax : (021) 337-422&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;J&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Jepang&lt;br /&gt;Jl. M.H. Thamrin 24, Jakarta&lt;br /&gt;Telepon : (021) 324-308&lt;br /&gt;Fax : (021) 325-460&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Jerman&lt;br /&gt;Jl. M.H. Thamrin 1, Jakarta&lt;br /&gt;Telepon : (021) 390-1750&lt;br /&gt;Fax : (021) 390-1757&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;K&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Kamboja&lt;br /&gt;Panin Bank Plaza, 4th Floor&lt;br /&gt;Jl. Palmerah Utara 52, Jakarta 11480&lt;br /&gt;Telepon : (021) 548-4840 / 548-3716&lt;br /&gt;Fax : (021) 548-3684&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Kanada&lt;br /&gt;Wisma Metropolitan I, 5th Floor&lt;br /&gt;Jl. Jenderal Sudirman Kav. 29, Jakarta 12920&lt;br /&gt;Telepon : (021) 525-0709&lt;br /&gt;Fax : (021) 571.2251&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Korea Utara&lt;br /&gt;Jl. H.R. Rasuna Said Kav.X No. 5, Jakarta 12950&lt;br /&gt;Telepon : (021) 521-0181 / 522-2442 / 526-0066&lt;br /&gt;Fax : (021) 521-0183&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Korea Selatan&lt;br /&gt;P.O. BOX 4187 JKTM&lt;br /&gt;Jl. Jenderal Gatot Subroto 57, Jakarta Timur&lt;br /&gt;Telepon : (021) 520-1915&lt;br /&gt;Fax : (021) 525-4159&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Kroasia&lt;br /&gt;Menara Mulia building, Suite 2101&lt;br /&gt;Jl. Gatot Subroto, Kav. 9-11, Jakarta 12930&lt;br /&gt;Telepon : (021) 525-7822 / 525-7611&lt;br /&gt;Fax : (021) 520-4073&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Kuba&lt;br /&gt;Villa Pejaten Mas, Block G, No. 4&lt;br /&gt;Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta 12520&lt;br /&gt;Telepon : (021) 780-6673&lt;br /&gt;Fax : (021) 780-7345 / 780-6673&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Kuwait&lt;br /&gt;Jl. Denpasar Raya Block A-XII No. 1&lt;br /&gt;Kuningan Timur, Jakarta 12950&lt;br /&gt;Telepon : (021) 520-2477 / 520-2478 / 520-2479&lt;br /&gt;Fax : (021) 520-4359 / 522-4931 / 526-5886&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;L&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Laos&lt;br /&gt;Jl. Kintamani Raya C-15 No. 33, Jakarta 12950&lt;br /&gt;Telepon : (021) 520-2673 / 522-9602&lt;br /&gt;Fax : (021) 522-9601&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Libanon&lt;br /&gt;Jl. YBR V No. 82, Kuningan, Jakarta 12950&lt;br /&gt;Telepon : (021)526-4306 / 525-3074 / 520-7121&lt;br /&gt;Fax : (021) 520-7121&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Libia&lt;br /&gt;Jl. Pekalongan 24, Menteng, Jakarta 10310&lt;br /&gt;Telepon : (021) 335-308 / 335-754&lt;br /&gt;Fax : (021) 335-726&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;M&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Malaysia&lt;br /&gt;Jl. H.R. Rasuna Said, Kav. X/6 No. 1-3&lt;br /&gt;Kuningan, Jakarta 12950&lt;br /&gt;Telepon : (021) 522-4947&lt;br /&gt;Fax : (021) 522-4974&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Mali&lt;br /&gt;Jl. Mendawai III No. 18&lt;br /&gt;Kebayoran Baru, Jakarta 12130&lt;br /&gt;Telepon : (021) 720-8472 / 726-8504&lt;br /&gt;Fax : (021) 722-9589&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Maroko&lt;br /&gt;Kuningan Plaza, South Tower, Suite 512&lt;br /&gt;Jl. H.R. Rasuna Said, Kav. C 11-14&lt;br /&gt;Kuningan, Jakarta 12950&lt;br /&gt;Telepon : (021) 520-0773 / 520-0956&lt;br /&gt;Fax : (021) 520-0586&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Meksiko&lt;br /&gt;Menara Mulia Building, Suite 2306&lt;br /&gt;Jl. Gatot Subroto Kav. 9-11, Jakarta 12930&lt;br /&gt;Telepon : (021) 520-3980&lt;br /&gt;Fax : (021) 520-3978&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Mesir&lt;br /&gt;Jl. Teuku Umar 68, Menteng, Jakarta 10350&lt;br /&gt;Telepon : (021) 314-3440 / 331-141 / 335-350&lt;br /&gt;Fax : (021) 314-5073&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Myanmar&lt;br /&gt;Jl. Haji Agus Salim No. 109, Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Telepon : (021) 314-0440 / 327-684&lt;br /&gt;Fax : (021) 327-204&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;N&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Nigeria&lt;br /&gt;P.O. BOX 3649&lt;br /&gt;Jl. Taman Patra IV No. 11-11A&lt;br /&gt;Kuningan Timur, Jakarta 12950&lt;br /&gt;Telepon : (021) 526-0922 / 526-0923&lt;br /&gt;Fax : (021) 526-0924&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Norwegia&lt;br /&gt;Bina Mulia Building I, 4th Floor&lt;br /&gt;Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 10&lt;br /&gt;Kuningan, Jakarta 12950&lt;br /&gt;Telepon : (021) 525-1990&lt;br /&gt;Fax : (021) 520-7365&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;P&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Pakistan&lt;br /&gt;Jl. Teuku Umar No. 50&lt;br /&gt;Menteng, Jakarta 10350&lt;br /&gt;Telepon : (021) 314-4008 / 314-4009 / 314-4011&lt;br /&gt;Fax : (021) 310-3947 / 310-3946 / 310-3945&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Papua New Guinea&lt;br /&gt;Panin Bank Centre, 6th Floor&lt;br /&gt;Jl. Jenderal Sudirman No. 1, Jakarta 10270&lt;br /&gt;Telepon : (021) 725-1218&lt;br /&gt;Fax : (021) 720-1012&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Perancis&lt;br /&gt;Jl. M.H. Thamrin 20, Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Telepon : (021) 314-2807&lt;br /&gt;Fax : (021) 314-3338&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Peru&lt;br /&gt;Bina Mulia Building 2, 3rd Floor&lt;br /&gt;Jl. H.R. Rasuna Said Kav.11&lt;br /&gt;Kuningan, Jakarta 12950&lt;br /&gt;Telepon : (021) 520-1176 / 520-1866&lt;br /&gt;Fax : (021) 520-1932&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Polandia&lt;br /&gt;Jl. Diponegoro No. 65, Jakarta 10310&lt;br /&gt;Telepon : (021) 314-0509&lt;br /&gt;Fax : (021) 327-343&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Q&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Qatar&lt;br /&gt;Jl. Taman Ubud I No.5&lt;br /&gt;Kuningan Timur, Jakarta 12920&lt;br /&gt;Telepon : (021) 527-7751 / 527-7752&lt;br /&gt;Fax : (021) 527-7754&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;R&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Rumania&lt;br /&gt;Jl. Teuku Cik Ditiro No. 42A&lt;br /&gt;Menteng, Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Telepon : (021) 310-6240 / 310-6241&lt;br /&gt;Fax : (021) 390-7759&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Rusia&lt;br /&gt;Jl. H.R. Rasuna Said, Kav. X7 No. 1-2&lt;br /&gt;Kuningan, Jakarta 12950&lt;br /&gt;Telepon : (021) 522-2912 / 522-2914 / 522-5195&lt;br /&gt;Fax : (021) 522-2916 / 522-2915&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;S&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Selandia Baru&lt;br /&gt;P.O. BOX 2439&lt;br /&gt;BRI II Building, 23rd Floor&lt;br /&gt;Jl. Jenderal Sudirman, Kav. 44-46, Jakarta 10210&lt;br /&gt;Telepon : (021) 570-9460 / 570-9470&lt;br /&gt;Fax : (021) 570-9457 / 570-9471&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Singapura&lt;br /&gt;Jl. H.R. Rasuna Said, Block 4, Kav. 2&lt;br /&gt;Kuningan Jakarta 12950&lt;br /&gt;Telepon : (021) 520-1489&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Slovakia&lt;br /&gt;P.O. BOX 1368&lt;br /&gt;Jl. Prof. Moh. Yamin, S.H. No. 29&lt;br /&gt;Menteng , 10310 Jakarta&lt;br /&gt;Telepon : (021) 310-1068 / 315-1429&lt;br /&gt;Fax : (021) 310-1180&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Spanyol&lt;br /&gt;Jl. Haji Agus Salim No. 6, Jakarta 10350&lt;br /&gt;Telepon : (021) 335-937 / 335-940 / 335-771&lt;br /&gt;Fax : (021) 325-996&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Sri Lanka&lt;br /&gt;Jl. Diponegoro No. 70, Jakarta 10310&lt;br /&gt;Telepon : (021) 314-1018 / 316-1886 / 391-9364&lt;br /&gt;Fax : (021) 310-7962&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Sudan&lt;br /&gt;P.O. BOX 403&lt;br /&gt;Wisma Bank Dharmala, 7th Floor, Suite 1&lt;br /&gt;Jl. Jenderal Sudirman, Kav.28&lt;br /&gt;Jakarta 12910&lt;br /&gt;Telepon : (021) 521-2075&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Swedia&lt;br /&gt;Menara Rajawali, 9th Floor&lt;br /&gt;Jl. Mega Kuningan Lot 5/1, Jakarta 12950&lt;br /&gt;Telepon : (021) 576-2690&lt;br /&gt;Fax : (021) 576-2691&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Swiss&lt;br /&gt;Jl. H.R. Rasuna Said, Block 3 No.2&lt;br /&gt;Kuningan, Jakarta 12950&lt;br /&gt;Telepon : (021) 525-6061&lt;br /&gt;Fax : (021) 520-2289&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Syria&lt;br /&gt;Jl. Karang Asem I No. 8&lt;br /&gt;Kuningan Raya, Jakarta 12950&lt;br /&gt;Telepon : (021) 520-4117 / 520-1641 / 525-5991&lt;br /&gt;Fax : (021) 520-2511&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;T&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Thailand&lt;br /&gt;Jl. Imam Bonjol No. 74, Jakarta 10310&lt;br /&gt;Telepon : (021) 390-4052 / 314-7925 / 391-5651&lt;br /&gt;Fax : (021) 310-7469&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Tunisia&lt;br /&gt;Wisma Dharmala Sakti, 11th Floor&lt;br /&gt;Jl. Jenderal Sudirman No. 32, Jakarta&lt;br /&gt;Telepon : (021) 570-3432 / 570-4220&lt;br /&gt;Fax : (021) 570-0016&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Turki&lt;br /&gt;Jl. H.R. Rasuna Said, Kav.1, Jakarta 12950&lt;br /&gt;Telepon : (021) 525-6250 / 526-4143 / 522-7440&lt;br /&gt;Fax : (021) 522-6056 / 527-5673&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;U&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Ukraina&lt;br /&gt;Jl. Simprug Permata I No.39, Jakarta 12220&lt;br /&gt;Telepon : (021) 726-7575 / 720-5356&lt;br /&gt;Fax : (021) 726-6969&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Uni Eropa&lt;br /&gt;P.O. BOX 6454 JKPDS&lt;br /&gt;Wisma Dharmala sakti, 16th Floor&lt;br /&gt;Jl. Jenderal Sudirman Kav.32, Jakarta 10064&lt;br /&gt;Telepon : (021) 570-6076&lt;br /&gt;Fax : (021) 570-6075&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Uzbekistan&lt;br /&gt;Jl. Brawijaya Raya No. 7, Block P-5, Jakarta&lt;br /&gt;Telepon : (021) 739-9009 / 722-1640 / 913-4212&lt;br /&gt;Fax : (021) 722-1640&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;V&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Vatikan&lt;br /&gt;P.O. BOX 4227&lt;br /&gt;Jl. Medan Merdeka Timur 18, Jakarta&lt;br /&gt;Telepon : (021) 384-1142 / 381-0736&lt;br /&gt;Fax : (021) 384-1143&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Venezuela&lt;br /&gt;Menara Mulia, Suite 2005, 20th Floor&lt;br /&gt;Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 9-11, Jakarta&lt;br /&gt;Telepon : (021) 522-7547 / 525-7548&lt;br /&gt;Fax : (021) 522-7549&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Vietnam&lt;br /&gt;Jl. Teuku Umar, Jakarta 10350&lt;br /&gt;Telepon : (021) 910-0163 / 315-8537 / 310-0358&lt;br /&gt;Fax : (021) 314-9615&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Y&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Yaman&lt;br /&gt;Jl. Yusuf Adiwinata No. 29, Jakarta 10350&lt;br /&gt;Telepon : (021) 390-4074 / 310-8029 / 310-8035&lt;br /&gt;Fax : (021) 390-4946&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Yordania&lt;br /&gt;Jl.Denpasar Raya Block A-13, Kav.1-2&lt;br /&gt;Kuningan, Jakarta 12950&lt;br /&gt;Telepon : (021) 520-4400 / 520-4401&lt;br /&gt;Fax : (021) 520-2447&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kedutaan Besar Yugoslavia&lt;br /&gt;Jl. HOS Cokroaminoto No. 109, Jakarta 10310&lt;br /&gt;Telepon : (021) 314-3560 / 334-157&lt;br /&gt;Fax : (021) 314-3613&lt;/p&gt;  Kedutaan Besar Yunani&lt;br /&gt;Plaza 89, 12th Floor&lt;br /&gt;Jl. HR. Rasuna Said Kav. 7 No. 6&lt;br /&gt;Kuningan, Jakarta 12950&lt;br /&gt;Telepon : (021) 520-7776&lt;br /&gt;Fax : (021) 520-7753&lt;script src="http://kumpulblogger.com/sca.php?b=7491" type="text/javascript"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/dam.php?b=7491" type="text/javascript"&gt;
     &lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1657488210880220869-6493638991012201342?l=orrochimaru2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://kumpulblogger.com/signup.php?refid=11117' title='alamat kedutaan besar yan ada di Indonesia'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orrochimaru2.blogspot.com/feeds/6493638991012201342/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1657488210880220869&amp;postID=6493638991012201342' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1657488210880220869/posts/default/6493638991012201342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1657488210880220869/posts/default/6493638991012201342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orrochimaru2.blogspot.com/2008/08/alamat-kedutaan-besar-yan-ada-di.html' title='alamat kedutaan besar yan ada di Indonesia'/><author><name>Risza Oki Pardira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18128198406574261459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_RJ5VsRWqyBg/SHonqwkYDwI/AAAAAAAAAAM/2UcCd-5CgNA/S220/1_897606453m.jpg'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1657488210880220869.post-8363391269230155292</id><published>2008-08-13T07:17:00.001-07:00</published><updated>2008-08-13T07:17:59.237-07:00</updated><title type='text'>KRITIK PERS GENDER TERHADAP EMPAT TEORI PERS GLOBAL</title><content type='html'>Setelah belasan tahun dibicarakan kalangan terbatas, ketidakadilan (dan ketidaksetaraan) berdasarkan perbedaan jenis kelamin sosial (gender) akhirnya menjadi wacana publik. "Gender" telah menjadi semacam "isu yang seksi" di dunia, mengutip ucapan Jody Williams, pemenang Hadiah Nobel Perdamaian 1997 saat berbicara dalam seminar Gender and Media pada Fukuoka International Women's Forum 2000 di Fukuoka, Jepang, 19-24 Oktober 2000.Beberapa waktu terakhir ini hampir setiap hari media massa memuat pernyataan pemerintah yang berkaitan dengan keadilan dan kesetaraan gender, tetapi pada berita-berita lain, disadari atau tidak, ideologi yang merendahkan perempuan, terus muncul dalam pemilihan gambar, kata (diksi) dan seluruh visi berita. Media massa secara umum juga terus menggunakan perempuan sebagai komoditas; obyek seks dan kekerasan, entah melalui gambar, maupun pemberitaan.&lt;br /&gt;Gambaran umum media massa di Asia mengenai perempuan saat ini masih tidak jauh dari apa yang dikuatkan budaya patriarkh: secara kodrati perempuan kurang pandai dan secara fisik perempuan adalah makhluk rapuh, lemah, dan karenanya harus dilindungi. Sepintas, notion palsu ini seperti menempatkan perempuan pada posisi aman karena "terlindungi". Tetapi, sebenarnya seluruh stereotipe baku yang menempel pada manusia berjenis kelamin sosial perempuan itu secara ideologis justru melemahkan seluruh eksistensinya sebagai manusia.&lt;br /&gt;Hal ini akan segera tampak dari bagaimana, misalnya, media memotret tindak kriminal yang melibatkan perempuan, baik sebagai korban, maupun sebagai pelaku; judul-judul sensasional, melemahkan dan berkonotasi negatif, juga pemilihan kata dalam badan berita.&lt;br /&gt;Tingkah laku media massa pada posisinya sebagai the fourth estate--karena otoritasnya menggalang dan membentuk opini publik dalam persoalan ketidakadilan gender melalui pemberitaan ini tengah disoroti berbagai pihak, dan menjadi bahan analisis lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang pemantauan media (media watch). Hal sama juga menjadi pokok bahasan dalam seminar Media and Gender di Fukuoka, Jepang. Empat panelis dari Korea, Thailand, Hongkong, dan Indonesia, sepakat menyatakan, bahasa jelas bukan merupakan sesuatu yang tanpa maksud. Persis seperti yang disebut George Orwell sebagai "wacana baru" (newspeak), bahasa bukanlah sekadar alat komunikasi. Ia merupakan suatu kegiatan sosial yang terstruktur dan terikat pada keadaan sosial tertentu.&lt;br /&gt;Bahasa (baik dalam huruf dan gambar) ikut mengonstruksikan perempuan dalam posisinya sebagai the second class citizen karena perempuan merupakan the second sex&lt;a class="sdfootnoteanc" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1657488210880220869#sdfootnote1sym" name="sdfootnote1anc"&gt;1&lt;/a&gt;. Bahasa juga merupakan wilayah di mana rasa tentang diri, subyektivitas, termasuk definisi tentang perempuan dan laki-laki serta apa yang baik dan buruk dari masing-masing jenis ini dibentuk&lt;a class="sdfootnoteanc" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1657488210880220869#sdfootnote2sym" name="sdfootnote2anc"&gt;2&lt;/a&gt;,. Hal ini terjadi karena bahasa adalah kekuatan, pertentangan, pergulatan. Bahasa adalah senjata sekaligus penengah, racun sekaligus obat, penjara sekaligus jalan keluar, kata Terry Eagleton dalam What is Ideology (1991) Bahasa juga adalah situs bagi dampak-dampak ideologis yang memiliki kekuatan dahsyat untuk membentuk perilaku pembacanya. Dengan demikian pembicaraan mengenai ideologi tidak mungkin dilepaskan dari pembicaraan mengenai bahasa. "Di media massa di Hongkong, perempuan digambarkan sebagai mistress sekaligus martir, sedangkan laki-laki digambarkan sebagai anggota geng dan kriminal," papar Carmen Poon Lai-King (37), redaktur Next Magazine, Hongkong. "Salah satu yang paling ekstrem adalah kasus eksploitasi perempuan korban pembunuhan," papar Carmen.&lt;br /&gt;Perempuan itu bernama Chow Lai-fong, dibunuh tengah malam tanggal 9 April 1999. Tubuh yang dipotong menjadi dua bagian itu ditaruh di kardus dan diketemukan keesokan harinya. Pada tanggal 11 April 1999, hampir semua surat kabar memuat berita itu di halaman I. Beberapa media memilih gambar tubuh bagian bawah perempuan malang itu, disertai peta waktu yang mendeskripsikan kejadian itu, "Seakan-akan pembunuhan itu sendiri merupakan suatu kerja seni," ujar Carmen seraya memperlihatkan kliping-kliping koran tersebut. "Bayangkan bagaimana Anda melihat gambar-gambar seperti ini ketika makan pagi. Saya hampir muntah, bukan karena jijik, tetapi lebih karena marah. Saya merasa media telah melakukan perkosaan ulang terhadap perempuan korban dan memaksa pembacanya tunduk memenuhi kehendak itu," tegas Carmen.&lt;br /&gt;Ia menganggap media telah melakukan pengintipan untuk hal yang paling personal dari tubuh perempuan. "Aspek terburuk dari media di Hongkong adalah praktik seperti pemburu berdarah dingin yang rakus mengejar perempuan sebagai obyek seks dan kekerasan," lanjutnya. Potret perempuan sebagai obyek seks dan kekerasan juga digarisbawahi panelis dari Indonesia, Thailand, dan Korea. Kasus tidak terlalu ekstrem muncul setiap hari dengan model, bintang film dan selebriti yang difoto memakai rok sangat mini dan ketat, blus dengan belahan dada rendah. Selain pemilihan kata yang menegaskan kesan merendahkan, angle paling favorit sebagian wartawan foto, menurut Carmen adalah bagian di antara payudara perempuan dan di antara kedua pahanya.&lt;br /&gt;"Mengapa harus bagian-bagian itu yang ditonjolkan melalui intipan kameranya? Apakah karena bagian tubuh perempuan yang tersembunyi itu dianggap lebih menggairahkan? Apakah itu merupakan nafsu-nafsu tersembunyi dari para pengambil gambar? Atau merupakan keinginan yang ditekan untuk mengontrol perempuan dan media dengan segera membaui rahasia ini dengan memperkuat kelainan kolektif tersebut?" lanjut Carmen.&lt;br /&gt;Sebagai konsekuensi dari anggapan mengenai perempuan sebagai obyek seks, dua hal paling populer dalam cerita sampul media cetak di Hongkong adalah perempuan pengusaha yang sukses dan perempuan selebriti seperti model, bintang layar kaca, dan layar perak. "Ronnie Yip adalah bintang porno ringan pada awal tahun 1990-an," ujar Carmen. Ronnie kemudian meninggalkan industri film, menikah dan melahirkan anaknya tahun lalu. Hal yang mengesalkan Carmen, sebagai wartawan sekaligus ibu satu anak, adalah para wartawan yang meliput peristiwa kelahiran itu lebih menujukan pertanyaannya pada bagaimana Ronnie mempertahankan keindahan payudaranya.&lt;br /&gt;"Media tidak peduli pentingnya memberikan air susu ibu pada bayi, tetapi mengenai payudaranya karena sebelumnya ada rumor Ronnie melakukan operasi plastik untuk payudaranya," ujar Carmen, seraya melanjutkan, potret Ronnie sebagai obyek seks merupakan pilihan untuk meningkatkan tiras penjualan dibandingkan Ronnie sebagai perempuan dan ibu yang baru saja melahirkan bayinya. Sementara pembaca hanya punya dua pilihan, yakni membeli atau tidak membeli; bukan untuk berpikir kritis. Mereka dibuat yakin bahwa apa yang disodorkan media merupakan kebenaran mutlak.&lt;br /&gt;Potret umum lainnya untuk perempuan dalam media massa di Hongkong, menurut Carmen, adalah sebagai martir. Istilah lain untuk maksud sama yang digunakan oleh panelis dari Korea, Indonesia, dan Thailand adalah the glory of suffering atau memandang pengorbanan oleh perempuan sebagai tugas mulia.&lt;br /&gt;"Ini merupakan konsekuensi dari stereotip yang dipegang kukuh oleh masyarakat bahwa perempuan lebih mau berkorban, lemah lembut, bertanggung jawab memelihara, merawat serta melindungi keluarganya," sambung Oh Geum-A (28) dari The Pusan Daily News, Korea. Maka, kalau bukan sebagai obyek seks dan obyek kekerasan, potret perempuan dalam media massa adalah berubah secara ekstrem, yakni sebagai "perempuan yang melawan dominasi patriakh seperti pejuang di rimba Amazon" seperti dikatakan Oh Geum-A, atau sebagai "pejuang yang dahsyat", yang dikatakan Carmen sebagai "Membebaskan diri dari peran tradisionalnya di rumah". Mereka memiliki peran baru seperti Joan d' Arc, sang martir, dengan mengorbankan kebahagiaan dirinya untuk kepentingan politik sang suami.&lt;br /&gt;"Dalam pemilu untuk kursi legislatif, media memotret para politisi itu bersama istri mereka. Lalu diberikan ruang luas untuk komentar para istri terhadap kemenangan suaminya," ujar Carmen, "Para istri itu dilihat sebagai pendukung setia suami, bukan dirinya sendiri." Sementara itu, perempuan politisi yang menang berdiri sendiri tanpa suami mereka. "Tak satu pun media menghiraukannya, seakan-akan bukan hal yang pantas diliput," papar Carmen.&lt;br /&gt;Sebagai hasil pandangan umum bahwa politik merupakan "dunia laki-laki", jumlah perempuan politisi dan perempuan yang berada di pusat-pusat pengambilan keputusan di Hongkong jumlahnya satu berbanding empat dengan laki-laki rekannya. Angka ini masih jauh lebih baik dibandingkan Korea yang hanya 6,2 persen atau satu berbanding 16, Thailand 10 persen, dan Indonesia delapan persen. "Secara umum tulisan mengenai pekerja seks di Thailand, misalnya, lebih memaparkan pengorbanan perempuan demi kebahagiaan keluarganya. Maksudnya mungkin memberikan empati, tetapi sebenarnya menjebak untuk memuliakan pengorbanan perempuan. Ini justru memperlemah posisi perempuan yang sudah lemah di masyarakat," ujar Chumcan Chamniprasart (30) dari harian Khoosad, Bangkok, Thailand.&lt;br /&gt;Upaya pemberdayaan yang diterjemahkan secara keliru dalam media massa juga terjadi di Korea. "Kemajuan perempuan di Korea ditulis secara berlebihan dengan mengetengahkan tingginya jumlah perempuan yang menjadi guru dan perawat. Situasi ini memperlihatkan bias gender dalam penulisan dan pemilihan angle. Juga berarti feminisasi dunia pendidikan dan keperawatan; yang sebenarnya juga merupakan perpanjangan dari tugas-tugas domestik perempuan," tegas Oh Geum-A.&lt;br /&gt;OH Geum-A sependapat dengan Chumcan, bahwa peningkatan jumlah perempuan wartawan akan membuat pelaporan yang lebih seimbang dan adil tentang perempuan. "Jumlah perempuan wartawan di Korea hanya sekitar 13,7 persen," ujar Geum-A. Jumlah yang kurang lebih sama di Thailand dan Indonesia. Sedangkan di Jepang seperti dipaparkan Masako Katsuki (36) dari Nishi-Nippon Shimbun, hanya 10,2 persen.&lt;br /&gt;Akan tetapi, hal itu juga tidak bisa menjadi jaminan. "Sekitar 80 persen wartawan di Hongkong adalah perempuan, tetapi mereka mengadopsi seluruh pola pikir maskulin dalam penulisan berita, karena berita kriminal, politik dan ekonomi identik dengan maskulinitas karena para redaktur adalah laki-laki," jelas Carmen. "Kalaupun mereka menulis tentang soal kesejahteraan atau mengenai perempuan, mereka menggunakan cara pandang laki-laki sehingga bukan tidak mungkin perempuan menulis kata-kata yang meremehkan kaumnya sendiri," ia melanjutkan.&lt;br /&gt;Kalau perempuan menduduki posisi-posisi kunci dalam media massa pun, masih belum memberikan jaminan bahwa pemberitaan yang seimbang, tidak bias gender dan lebih memberikan empati pada perempuan, bisa diwujudkan. Panelis dari Indonesia mengatakan, satu-dua perempuan yang menduduki posisi tinggi dalam media massa akan segera menjelma menjadi "the industrial being" atau manusia industri yang lebih banyak berpikir soal untung-rugi.&lt;br /&gt;"Seluruh persoalan ini di dalam media massa tidak terlepas dari struktur modal yang kapitalistik," sambung Chumcan. "Menjadi naif kalau kita hanya berpikir mengenai teori jurnalistik," tegasnya. Namun, dalam jurnalistik pun sebenarnya dikenal apa yang disebut sebagai good taste dan bad taste, meski pemilihannya, sekali lagi, tergantung pada ideologi pekerja pers-nya, khususnya mengenai perbedaan jenis kelamin sosial itu.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, yang menjadi soal bukanlah sekadar jumlah perempuan wartawan, tetapi bagaimana menyosialisasikan ideologi yang lebih adil kepada anggota redaksi dan para pemimpin media massa. Terutama juga bagaimana memberitahu para pemilik modal bahwa gerakan mencapai keadilan dan kesetaraan dalam pemberitaan media massa sudah semakin universal sifatnya.&lt;br /&gt;&lt;a class="sdfootnotesym" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1657488210880220869#sdfootnote1anc" name="sdfootnote1sym"&gt;1&lt;/a&gt; Haig A Bosmajian dalam The Language of Oppression (1983)&lt;br /&gt;&lt;a class="sdfootnotesym" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=1657488210880220869#sdfootnote2anc" name="sdfootnote2sym"&gt;2&lt;/a&gt; Christ Weedon&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/dam.php?b=7491" type="text/javascript"&gt;
     &lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1657488210880220869-8363391269230155292?l=orrochimaru2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orrochimaru2.blogspot.com/feeds/8363391269230155292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1657488210880220869&amp;postID=8363391269230155292' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1657488210880220869/posts/default/8363391269230155292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1657488210880220869/posts/default/8363391269230155292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orrochimaru2.blogspot.com/2008/08/kritik-pers-gender-terhadap-empat-teori.html' title='KRITIK PERS GENDER TERHADAP EMPAT TEORI PERS GLOBAL'/><author><name>Risza Oki Pardira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18128198406574261459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_RJ5VsRWqyBg/SHonqwkYDwI/AAAAAAAAAAM/2UcCd-5CgNA/S220/1_897606453m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1657488210880220869.post-6572902428098694230</id><published>2008-08-13T07:16:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T07:17:05.069-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Mencetak MS Word dalam urutan terbalik &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Anda sering menncetak suatu dokumen Word dan Anda harus selalu membalik urutan halaman ? Hal ini tentu terasa membosankan. Sebenarnya Anda bisa mencetak dokumen Word dengan uratan terbalik (dari nomor halaman besar ke kecil) sehingga Anda tidak perlu harus membalik urutannya. Caranya dari menu Tools/Option/Print tandai Reverse Print Order lalu klik OK.&lt;br /&gt;Menggulung dokumen dengan cepat&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda mempunyai document yang panjang pada MS Word, yang terdiri dari puluhan halaman ? Apa yang Anda rasakan saat melakukan pengecekan document tersebut ? Kesulitan ! Ya, biasanya kita akan mengalami kesulitan saat melakukan pengecekan pada document tersebut, karena kita harus selalu menggerakkan mouse sekedar untuk menggulung (scrolling) document. Kesulitan ini bertambah jika mouse Anda tidak dilengkapi fasilitas scroll. Nah, untuk mengatasi hal tersebut sebenarnya MS Word sudah menyediakan fasilitas Auto Scroll. Untuk menampilkan fasilitas tersebut caranya sebagai berikut :&lt;br /&gt;Buka MS Word Anda.&lt;br /&gt;Dari menu Tools, pilih Customize.&lt;br /&gt;Pindah ke tab Commands.&lt;br /&gt;Pada bagian Categories, gantilah menjadi All Command.&lt;br /&gt;Pada bagian Commands, carilah AutoScroll.&lt;br /&gt;Drag (geserlah) AutoScroll tersebut ke arah toolbar.&lt;br /&gt;Klik Close.&lt;br /&gt;Sekarang untuk melakukan scrolling, klik pada AutoScroll yang baru saja kita buat pada toolbar. Perhatikan pada bagian kanan, akan muncul AutoScroll. Anda bisa menggeser cursor tersebut ke atas atau ke bawah. Semakin ke atas atau semakin ke bawah, penggulungan akan semakin cepat.&lt;br /&gt;Memberi warna pada image (Pengirim : &lt;a href="mailto:enggar23@cbn.net.id"&gt;Enggar&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Ikuti langkah di bawah ini untuk memberi warna pada MS Word :&lt;br /&gt;Klik menu Insert - picture - clipart.&lt;br /&gt;Aktifkan gambar dengan cara mengklik gambar tersebut.&lt;br /&gt;Klik kanan - pilih 'edit picture'.&lt;br /&gt;Klik bagian dari gambar yang ingin diberi warna dengan memilih icon 'fill color'.&lt;br /&gt;Bila ingin menghapus bagian-bagian tertentu dari gambar, pilih objeknya terlebih dahulu dan tekan tombol delete.&lt;br /&gt;Klik 'close picture' bila telah selesai mengedit gambar.&lt;br /&gt;Cropping image (Pengirim : &lt;a href="mailto:enggar23@cbn.net.id"&gt;Enggar&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;Insert - picture - clipart.&lt;br /&gt;Sebelumnya terlebih dahulu aktifkan toolbar Picture ( View - toolbar - picture).&lt;br /&gt;Aktifkan gambar dan pilih icon 'crop'.&lt;br /&gt;Letakkan icon 'crop' di salah satu kotak pada frame.&lt;br /&gt;Kkemudian drag untuk memotong di bagian gambar yang diinginkan.&lt;br /&gt;Konversi dari tabel ke teks&lt;br /&gt;MS Word menyediakan fasilitas untuk pembuatan tabel secara mudah dan cepat. Tapi bagaimana solusinya jika Anda terlanjur membuat tabel beserta datanya sementara Anda ingin menggantinya ? Mudah saja, gunakan fasilitas Convert. Langkah komplitnya sebagai berikut :&lt;br /&gt;Blok dulu tabel yang ingin Anda konversi.&lt;br /&gt;Dari menu Table, pilih Convert - Table To Text.&lt;br /&gt;Maka akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini.Di sini Anda harus menentukan pemisah antarkolom pada tabel. Yang biasa digunakan adalah Tabs.&lt;br /&gt;Langkah terakhir klik OK.&lt;br /&gt;Setting folder default untuk menyimpan file&lt;br /&gt;Kalau Anda rapi dalam menyimpan file, tentu Anda akan mengelompokkan data-data Anda berdasarkan jenis data atau jenis keperluan. Misalnya saja data MS Word selalu di simpan di C:\My Documents\MS Word. Nah, daripada setiap kali menyimpan data Anda akan "terlempar" ke folder yang "jauh" lebih baik Anda menentukan folder default tempat menyimpan data MS Word tersebut. Caranya :&lt;br /&gt;Dari menu Tools, pilih Options.&lt;br /&gt;Pindah ke tab File Locations.&lt;br /&gt;Di sana terlihat list box dengan tulisan Documents, Clipart Pictures, User templates, dst.&lt;br /&gt;Klik pada Documents dan klik tombol Modify.&lt;br /&gt;Pada kotak dialog yang muncul, arahkan ke folder tempat Anda akan menyimpan data. Misalnya C:\My Documents\MS Word.&lt;br /&gt;Klik OK, OK lagi.&lt;br /&gt;Setelah Anda mengubah setting di atas maka saat Anda menyimpan data maka MS Word langsung "membuka" folder C:\My Documents\MS Word.&lt;br /&gt;Shortcut pada MS Word&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/dam.php?b=7491" type="text/javascript"&gt;
     &lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1657488210880220869-6572902428098694230?l=orrochimaru2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orrochimaru2.blogspot.com/feeds/6572902428098694230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1657488210880220869&amp;postID=6572902428098694230' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1657488210880220869/posts/default/6572902428098694230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1657488210880220869/posts/default/6572902428098694230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orrochimaru2.blogspot.com/2008/08/mencetak-ms-word-dalam-urutan-terbalik.html' title=''/><author><name>Risza Oki Pardira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18128198406574261459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_RJ5VsRWqyBg/SHonqwkYDwI/AAAAAAAAAAM/2UcCd-5CgNA/S220/1_897606453m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1657488210880220869.post-4345641876257259712</id><published>2008-08-13T07:14:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T07:16:01.440-07:00</updated><title type='text'>NASIONALISME</title><content type='html'>Nasionalisme adalah satu paham yang menciptakan dan mempertahankan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Kedaulatan&amp;amp;action=edit"&gt;kedaulatan&lt;/a&gt; sebuah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Negara"&gt;negara&lt;/a&gt; (dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Inggris"&gt;bahasa Inggris&lt;/a&gt; "nation") dengan mewujudkan satu konsep identitas bersama untuk sekelompok &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia"&gt;manusia&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Para &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nasionalis"&gt;nasionalis&lt;/a&gt; menganggap negara adalah berdasarkan beberapa "kebenaran politik" (political legitimacy). Bersumber dari teori romantisme yaitu "identitas budaya", debat liberalisme yang menganggap kebenaran politik adalah bersumber dari kehendak rakyat, atau gabungan kedua teori itu.&lt;br /&gt;Ikatan nasionalisme tumbuh di tengah masyarakat saat pola pikirnya mulai merosot. Ikatan ini terjadi saat manusia mulai hidup bersama dalam suatu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wilayah"&gt;wilayah&lt;/a&gt; tertentu dan tak beranjak dari situ. Saat itu, naluri mempertahankan diri sangat berperan dan mendorong mereka untuk mempertahankan negerinya, tempatnya hidup dan menggantungkan diri. Dari sinilah cikal bakal tubuhnya ikatan ini, yang notabene lemah dan bermutu rendah. Ikatan inipun tampak pula dalam dunia &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hewan"&gt;hewan&lt;/a&gt; saat ada ancaman pihak asing yang hendak menyerang atau menaklukkan suatu negeri. Namun, bila suasanya aman dari serangan musuh dan musuh itu terusir dari negeri itu, sirnalah kekuatan ini.&lt;br /&gt;Dalam zaman modern ini, nasionalisme merujuk kepada amalan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Politik"&gt;politik&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Ketentaraan&amp;amp;action=edit"&gt;ketentaraan&lt;/a&gt; yang berlandaskan nasionalisme secara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Etnik&amp;amp;action=edit"&gt;etnik&lt;/a&gt; serta ke&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama"&gt;agamaan&lt;/a&gt;, seperti yang dinyatakan di bawah. Para &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmuwan"&gt;ilmuwan&lt;/a&gt; politik biasanya menumpukan penyelidikan mereka kepada nasionalisme yang ekstrem seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nasional_sosialisme&amp;amp;action=edit"&gt;nasional sosialisme&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pengasingan"&gt;pengasingan&lt;/a&gt; dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;a name="Beberapa_bentuk_nasionalisme"&gt;&lt;/a&gt;b. Bentuk Nasionalisme&lt;br /&gt;Nasionalisme dapat menonjolkan dirinya sebagai sebagian paham negara atau gerakan (bukan negara) yang populer berdasarkan pendapat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Warganegara"&gt;warganegara&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Etnis"&gt;etnis&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya"&gt;budaya&lt;/a&gt;, keagamaan dan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ideologi"&gt;ideologi&lt;/a&gt;. Kategori tersebut lazimnya berkaitan dan kebanyakan teori nasionalisme mencampuradukkan sebahagian atau semua elemen tersebut.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nasionalisme_kewarganegaraan&amp;amp;action=edit"&gt;Nasionalisme kewarganegaraan&lt;/a&gt; (atau nasionalisme sipil) adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari penyertaan aktif rakyatnya, "kehendak rakyat"; "perwakilan politik". Teori ini mula-mula dibangun oleh Jean&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=-Jacques_Rousseau&amp;amp;action=edit"&gt;-Jacques Rousseau&lt;/a&gt; dan menjadi bahan-bahan tulisan. Antara tulisan yang terkenal adalah buku berjudulk &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Du_Contract_Sociale&amp;amp;action=edit"&gt;Du Contract Sociale&lt;/a&gt; (atau dalam &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Indonesia"&gt;Bahasa Indonesia&lt;/a&gt; "Mengenai Kontrak Sosial").&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nasionalisme_etnis&amp;amp;action=edit"&gt;Nasionalisme etnis&lt;/a&gt; adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya asal atau etnis sebuah masyarakat. Dibangun oleh &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Johann_Gottfried_von_Herder&amp;amp;action=edit"&gt;Johann Gottfried von Herder&lt;/a&gt;, yang memperkenalkan konsep Volk (&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jerman"&gt;bahasa Jerman&lt;/a&gt; untuk "rakyat").&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nasionalisme_romantik&amp;amp;action=edit"&gt;Nasionalisme romantik&lt;/a&gt; (juga disebut nasionalisme organik, nasionalisme identitas) adalah lanjutan dari nasionalisme etnis dimana negara memperoleh kebenaran politik secara semulajadi ("organik") hasil dari bangsa atau ras; menurut semangat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Romantisme&amp;amp;action=edit"&gt;romantisme&lt;/a&gt;. Nasionalisme romantik adalah bergantung kepada perwujudan budaya etnis yang menepati idealisme romantik; kisah tradisi yang telah direka untuk konsep nasionalisme romantik. Misalnya "Grimm Bersaudara" yang dinukilkan oleh Herder merupakan koleksi kisah-kisah yang berkaitan dengan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Etnis_Jerman&amp;amp;action=edit"&gt;etnis Jerman&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nasionalisme_Budaya&amp;amp;action=edit"&gt;Nasionalisme Budaya&lt;/a&gt; adalah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh kebenaran politik dari budaya bersama dan bukannya "sifat keturunan" seperti &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Warna_kulit&amp;amp;action=edit"&gt;warna kulit&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ras"&gt;ras&lt;/a&gt; dan sebagainya. Contoh yang terbaik ialah rakyat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tionghoa"&gt;Tionghoa&lt;/a&gt; yang menganggap negara adalah berdasarkan kepada budaya. Unsur ras telah dibelakangkan di mana golongan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manchu"&gt;Manchu&lt;/a&gt; serta ras-ras minoritas lain masih dianggap sebagai rakyat negara &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tiongkok"&gt;Tiongkok&lt;/a&gt;. Kesediaan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Dinasti_Qing"&gt;dinasti Qing&lt;/a&gt; untuk menggunakan adat istiadat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tionghoa"&gt;Tionghoa&lt;/a&gt; membuktikan keutuhan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya_Tionghoa&amp;amp;action=edit"&gt;budaya Tionghoa&lt;/a&gt;. Malah banyak rakyat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Taiwan"&gt;Taiwan&lt;/a&gt; menganggap diri mereka nasionalis Tiongkok sebab persamaan budaya mereka tetapi menolak &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/RRT"&gt;RRT&lt;/a&gt; karena pemerintahan RRT berpaham &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Komunisme"&gt;komunisme&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nasionalisme_kenegaraan&amp;amp;action=edit"&gt;Nasionalisme kenegaraan&lt;/a&gt; ialah variasi nasionalisme &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kewarganegaraan"&gt;kewarganegaraan&lt;/a&gt;, selalu digabungkan dengan nasionalisme etnis. Perasaan nasionalistik adalah kuat sehingga diberi lebih keutamaan mengatasi hak universal dan kebebasan. Kejayaan suatu negeri itu selalu kontras dan berkonflik dengan prinsip masyarakat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi"&gt;demokrasi&lt;/a&gt;. Penyelenggaraan sebuah 'national state' adalah suatu argumen yang ulung, seolah-olah membentuk kerajaan yang lebih baik dengan tersendiri. Contoh biasa ialah &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nazisme"&gt;Nazisme&lt;/a&gt;, serta nasionalisme &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Turki"&gt;Turki&lt;/a&gt; kontemporer, dan dalam bentuk yang lebih kecil, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Franquisme&amp;amp;action=edit"&gt;Franquisme&lt;/a&gt; sayap-kanan di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spanyol"&gt;Spanyol&lt;/a&gt;, serta sikap '&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Jacobin&amp;amp;action=edit"&gt;Jacobin&lt;/a&gt;' terhadap unitaris dan golongan pemusat negeri &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perancis"&gt;Perancis&lt;/a&gt;, seperti juga nasionalisme masyarakat &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Belgia"&gt;Belgia&lt;/a&gt;, yang secara ganas menentang demi mewujudkan hak kesetaraan (equal rights) dan lebih otonomi untuk golongan Fleming, dan nasionalis &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Basque"&gt;Basque&lt;/a&gt; atau &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Korsika"&gt;Korsika&lt;/a&gt;. Secara sistematis, bila mana nasionalisme kenegaraan itu kuat, akan wujud tarikan yang berkonflik kepada kesetiaan masyarakat, dan terhadap wilayah, seperti nasionalisme Turki dan penindasan kejamnya terhadap nasionalisme &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kurdi"&gt;Kurdi&lt;/a&gt;, pembangkangan di antara pemerintahan pusat yang kuat di Sepanyol dan Perancis dengan nasionalisme Basque, &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Catalan&amp;amp;action=edit"&gt;Catalan&lt;/a&gt;, dan Corsica.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Nasionalisme_agama&amp;amp;action=edit"&gt;Nasionalisme agama&lt;/a&gt; ialah sejenis nasionalisme dimana negara memperoleh legitimasi politik dari persamaan agama. Walaupun begitu, lazimnya nasionalisme etnis adalah dicampuradukkan dengan nasionalisme keagamaan. Misalnya, di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Irlandia"&gt;Irlandia&lt;/a&gt; semangat nasionalisme bersumber dari persamaan agama mereka yaitu &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Katolik"&gt;Katolik&lt;/a&gt;; nasionalisme di &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/India"&gt;India&lt;/a&gt; seperti yang diamalkan oleh pengikut partai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Partai_Bharatiya_Janata"&gt;BJP&lt;/a&gt; bersumber dari &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Agama_Hindu"&gt;agama Hindu&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Namun demikian, bagi kebanyakan kelompok nasionalis agama hanya merupakan simbol dan bukannya motivasi utama kelompok tersebut. Misalnya pada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-18"&gt;abad ke-18&lt;/a&gt;, nasionalisme Irlandia dipimpin oleh mereka yang menganut agama &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Protestan"&gt;Protestan&lt;/a&gt;. Gerakan nasionalis di Irlandia bukannya berjuang untuk memartabatkan &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teologi"&gt;teologi&lt;/a&gt; semata-mata. Mereka berjuang untuk menegakkan paham yang bersangkut paut dengan Irlandia sebagai sebuah negara merdeka terutamanya &lt;a href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Budaya_Irlandia&amp;amp;action=edit"&gt;budaya Irlandia&lt;/a&gt;. Justru itu, nasionalisme kerap dikaitkan dengan kebebasan.&lt;br /&gt;B. Nasionalisme Indonesia&lt;br /&gt;NASIONALISME merupakan suatu bentuk ideologi, demikian pendapat James G. Kellas (1998: 4). Sebagai suatu ideologi, nasionalisme membangun kesadaran rakyat sebagai suatu bangsa serta memberi seperangkat sikap dan program tindakan. Tingkah laku seorang nasionalis didasarkan pada perasaan menjadi bagian dari suatu komunitas bangsa.&lt;br /&gt;Nasionalisme Indonesia pada awalnya muncul sebagai jawaban atas kolonialisme. Pengalaman penderitaan bersama sebagai kaum terjajah melahirkan semangat solidaritas sebagai satu komunitas yang mesti bangkit dan hidup menjadi bangsa merdeka. Semangat tersebut oleh para pejuang kemerdekaan dihidupi tidak hanya dalam batas waktu tertentu, tetapi terus-menerus hingga kini dan masa mendatang.&lt;br /&gt;Kebijakan pendidikan nasional di awal abad XX telah menciptakan inti dari elite baru Indonesia yang terdiri dari para dokter, guru, dan pegawai sipil pemerintah. Bersamaan dengan itu, kebencian yang laten terhadap dominasi kolonial timbul di atas ambang kesadaran nasional. Berdirinya Boedi Oetomo (1908) menjadi tanda kebangkitan nasionalisme Indonesia yang kemudian diikuti organisasi-organisasi nasional lainnya.&lt;br /&gt;Jiwa nasionalisme kaum elite dari hari ke hari semakin meluas dan menguat di hati rakyat. Tekanan ekonomi yang teramat berat selama pendudukan Jepang memperkuat semangat nasionalisme untuk mewujudkan Indonesia merdeka. Pada kurun waktu 1945-1950, jiwa nasionalisme diperteguh oleh semangat mempertahankan kemerdekaan, serta persatuan dan kesatuan Indonesia yang dirongrong oleh perlawanan kedaerahan dari negara-negara boneka bentukan Belanda.&lt;br /&gt;KINI nasionalisme menghadapi tantangan besar dari pusaran peradaban baru bernama globalisasi. Nasionalisme sebagai basic drive serta elan vital dari sebuah bangsa bernama Indonesia sedang diuji fleksibilitasnya, dalam arti kemampuan untuk berubah sehingga selalu akurat dalam menjawab tantangan zaman. Fleksibilitas tidaklah mengurangi jiwa nasionalisme, justru sebaliknya, fleksibilitas menunjukkan begitu dalamnya nasionalisme mengakar sehingga dalam waktu bersamaan dia tetap hidup dan terus-menerus bermetamorfosis.&lt;br /&gt;Pusaran ekonomi global menendang nasionalisme jauh ke pinggiran. Nasionalisme menjadi tidak relevan lagi. Di masa lalu modal terkait erat dengan rakyat. Dia memiliki tanggung jawab sosial untuk menghidupi seluruh anggota komunitas (bangsa). Namun kini, privatisasi terus-menerus menyeret modal menjauh dari dimensi sosial atau komunitasnya. Demi keuntungan yang sebesar-besarnya modal dengan cepat berlari (capital flight) ke (negara) mana pun yang disukainya.&lt;br /&gt;Apakah negara hancur lebur karena krisis ekonomi atau rakyat mati kelaparan, tidak lagi dipandang sebagai tanggung jawab para pemilik modal. Banyaknya perusahaan yang melarikan modalnya ke negara lain pada saat krisis ekonomi di pertengahan 1997 dan tahun-tahun sesudahnya memberi gambaran konkret atas persoalan tersebut. Kenyataan demikian memunculkan persoalan, apakah nasionalisme masih relevan dalam pusaran ekonomi global saat ini, sebab modal finansial melepaskan diri dari keterikatannya dengan nation-state, sehingga bangsa sebagai komunitas solidaritas menjadi utopia.&lt;br /&gt;Globalisasi sebagai proses de-teritorialisasi tidak hanya menimbulkan persoalan di bidang ekonomi, tetapi juga kebudayaan. Kebudayaan kerap dikaitkan dengan teritori tertentu. Ruang membentuk identitas budaya. Ini berarti nasionalisme Indonesia pun dibangun oleh kebudayaan Indonesia yang berada dalam batas-batas geografis tertentu. Itu pemahaman kebudayaan di masa lalu.&lt;br /&gt;Globalisasi sebagai proses de-teritorialisasi telah mengubah semua itu. Kebudayaan tidak lagi terkungkung dalam teritori tertentu. Kini tidak sedikit anak-anak muda Kota Kembang yang lebih terampil break dance daripada jaipongan; atau lebih mahir bermain band, daripada menabuh gamelan. Kita juga bisa menyaksikan orang barat yang menjadi dalang dan piawai memetik kecapi. Kita bisa menyaksikan ibu-ibu yang setia berkebaya serta bapak-bapak yang bersarung atau berpeci, pada waktu bersamaan begitu menikmati fast food bermerek global. Kebudayaan telah melepaskan diri dari keterikatannya pada nation-state. Kenyataan ini menghadapkan nasionalisme dengan persoalan, manakah kebudayaan yang akan menjadi media berurat-akarnya nasionalisme?&lt;br /&gt;Bersamaan dengan proses de-teritorialisasi dan mengglobalnya kebudayaan terjadi gerak sebaliknya berupa pencarian identitas lokal yang semakin intensif.&lt;br /&gt;Proses mengglobal dan melokal janganlah dipandang sebagai penyakit atau kelainan dalam budaya masyarakat tetapi mesti diterima sebagai keutamaan hidup manusia; semakin mengglobal semakin rindu akan identitas lokalnya. Gerak paradoks tersebut tampak jelas dalam bangkit dan menguatnya gerakan-gerakan etnis serta agama. Nation-state menghadapi ancaman dari berbagai gerakan partikular sehingga memicu domestic conflicts yang dapat membawa pada runtuhnya nation-state seperti yang dialami oleh bekas negara Uni Soviet. Pada titik ini nasionalisme pun dipertanyakan eksistensi dan relevansinya.&lt;br /&gt;Globalisasi bidang politik mendatangkan persoalan serupa atas nasionalisme. Globalisasi telah mereduksi pentingnya lingkup politik dari nation-state yang merupakan basis bagi pembangunan sosial-politik. Peran nation-state menjadi subordinat karena diambilalih oleh lembaga-lembaga ekonomi transnasional. Jika eksistensi nation-state terpinggirkan, halnya sama dengan nasionalisme, nasionalisme menjadi ideologi yang kedaluarsa.&lt;br /&gt;DARI perspektif ekonomi, budaya, dan politik global tampak bahwa nasionalisme menghadapi tantangan yang sangat besar di tengah pusaran globalisasi saat ini. Apakah ini berarti nation-state tidak relevan lagi, yang berarti tidak relevan pula membicarakan nasionalisme? Fakta menunjukkan bahwa hingga saat ini kewarganegaraan modern dengan berbagai hak sosial, politik, dan sipilnya tidaklah melampaui batas-batas nasional. Meski kini berkembang berbagai komunitas transnasional, Uni Eropa misalnya, namun seseorang yang hendak menjadi anggota terlebih dahulu mesti memperoleh kewarganegaraan dari salah satu negara anggotanya. Ini berarti di tengah arus globalisasi, peran nation-state serta nasionalisme tetap relevan dan signifikan.&lt;br /&gt;Pertanyaan yang segera muncul, nasionalisme yang mana? Jika ditempatkan dalam ketegangan lokal-global, nasionalisme merupakan pencarian identitas lokal (nasional) di tengah pusaran globalisasi.&lt;br /&gt;Nasionalisme sebagai identitas bukanlah "kata benda" yang bentuk dan wujudnya sudah jadi dan final. Nasionalisme merupakan "kata kerja", artinya dia adalah suatu projek yang mesti terus-menerus dikerjakan, dibangun, serta diberi dasar dan makna baru pada setiap kesempatan. Proses kerjanya dijalani lewat public critical rational discourse yang melibatkan seluruh bagian anak negeri sebagai yang sederajat tanpa mengecualikan siapapun.&lt;br /&gt;Di tengah pusaran globalisasi, nasionalisme Indonesia bukan lagi memanggul senjata atau bambu runcing dengan semangat "merdeka atau mati". Nasionalisme Indonesia bukanlah patriotisme gaya Hitler atau Mussolini, juga melampaui semboyan termashur dari Perdana Menteri Britania Raya, Disraeli, "benar atau salah, negeriku selalu benar". Nasionalisme demikian oleh Mangunwijaya dimaknai sebagai nasionalisme pasca-Indonesia.&lt;br /&gt;Arah nasionalisme pasca-Indonesia, menurut Mangunwijaya, akan berkembang dengan mengambil sumber dari semangat dasar nasionalisme generasi 1928; suatu nasionalisme yang berpedoman "right or wrong is right or wrong" bukan "right or wrong is my country". Hakikat nasionalisme Generasi 1928 merupakan perjuangan dan pembelaan kawanan manusia yang terbelenggu penjajahan, tertindas, miskin kemerdekaan dan hak menentukan diri sendiri.&lt;br /&gt;Nasionalisme pasca-Indonesia seperti juga nasionalisme 1928 diarahkan untuk memperjuangkan hidup manusia yang termarginalisasi, teralienasi serta tak berdaya menghadapi penguasa ekonomi, politik, budaya yang lalim dan sewenang-wenang.&lt;br /&gt;Bedanya, nasionalisme generasi 1928 ditujukan ke arah lawan asing dari luar, sedangkan bagi nasionalisme pasca-Indonesia yang hidup dalam pusaran globalisasi, batas-batas geopolitis semakin kabur. Perjuangan kemanusiaan, keadilan, dan kesejahteraan dari nasionalisme pasca-Indonesia tidak hanya diarahkan ke pihak-pihak asing tetapi juga ke dalam negeri sendiri, bahkan diri sendiri. Nasionalisme pasca-Indonesia merupakan perjuangan untuk meniadakan segala bentuk eksploitasi manusia (juga lingkungan hidup beserta semua penghuninya) oleh siapa pun, dari manapun dan dalam bentuk apa pun.&lt;br /&gt;Nasionalisme pasca-Indonesia tidak menghabiskan "hidupnya" untuk memaksakan memilih salah satu pro atau kontra globalisasi. Bagi nasionalisme pasca-Indonesia, globalisasi merupakan proses sejarah yang tak terelakan (unevitable). Kita tidak mungkin lari apalagi menolak serta menghentikan proses globalisasi. Nasionalisme pasca-Indonesia lebih concern dengan persoalan yang lebih mendasar, yaitu bagaimana "mengawal" globalisasi supaya semakin manusiawi.&lt;br /&gt;Nasionalisme Indonesia Era Reformasi kaitanya dengan Globalisasi.&lt;br /&gt;pada masa sekarang ini satu hal yang perlu dibenahi oleh bangsa Indonesia adalah mentalitas warga masyarakatnya. Sikap mental yang kuat dan konsisten serta mampu mengeksplorasi diri adalah salah satu bentuk konkrit yang dibutuhkan bangsa Indonesia pada saat ini. Saat ini memang bangsa Indonesia sedang mengalami massa-masa keterpurukanya dalam dunia intetrnasional. Krisis multidimensi yang di barengi dengan krisis ekonomi yang berkepanjanganlah yang menyebabkan kegoncangan dan keterpurukan mental Indonesia.&lt;br /&gt;Bangsa Indonesia yang pada masa dahulu terkenal dengan kebudayaan yang begitu eksklusif dan memukau serta penduduk yang ramah-tamah di dukung juga oleh kondisi geografis yang sangat strategis dan dikaruniai tanah yang subur, sekarang justru berubah 180 drajat. Hal ini tidak lepas dari mentalitas warga pendukung yang sangat lemah. Tak ada lagi terlukiskan semangat-semangat nasionalisme dalam diri Indonesia. Mereka seakan lupa akan perjuangan para pahlawan-pahlawan bangsa yang telah mengorbankan tidak hanya harta bendanya tetapi mereka juga mengorbankan nyawa dan keluarga mereka. Sungguh besar jassa mereka, sungguh tinggi jiwa nasionalisme mereka, dan sungguh jauh jika dibandingkan dengan bangsa Indonesia pada masa sekarang ini.&lt;br /&gt;Tidak ada lagi jiwa nasionalis yang dapat ditunjukan kita, kita seakan malah menganggap remeh mereka para pejuang yang telah berjasa kepada kita. Hal ini dapat kita buktikan bahwa pemerintah tetrkesan kurang memperhatikan nasib para veteran.&lt;br /&gt;Kita seakan tenggelam, dalam gemerlapnya harta. Globalisasi dan kapitalisme mengubah mentalitas kita menjadi sangat jauh dengan mental nasional kita. Banyak diantara kita yang rela menjual tanah airnya, hanya karena sedikit kemewahan dari negeri orang. Mereka justru membangga-banggakan negeri orang lain disbanding negerinya sendiri. Sebagai contoh yang dapat menunjukan hal seperti ini adalah penduduk Indonesia pada saat ini justru lebih senang menggunakan produk luar dari pada memakai produk buatan sendiri. Memang produk luar secara kualitas lebih menjalin, bangsa Indonesia belum mampu bersaing untuk menciptakan suatu tekhnologi yang canggih untuk menciptakan produk yang berkualitas. Tapi sikap masyarakat yang lebih mencintai produk luar sangatlah tidak dibenarkan. Mereka tidak memikirkan dampak negatifnya.&lt;br /&gt;Dampak negatifnya antara lain adalah bangsa Indonesia jistru akan lebih tertinggal dengan Negara lain, sebab warga negaranya yang diharapkan dapat mendukung perkembangan tekhnologi di Indonesia malah justru meninggalkanya dan lari kepada Negara lain yang lebih maju. Dalam hal ini bangsa Indonesia terkesan egois, dan secara kasar warganya dapat dikatakan sebagai penghianat bangsa.&lt;br /&gt;Kasus-kasus yang berkaitan dengan Nasionalisme Indonesia&lt;br /&gt;Kasus Sipadan dan Ligitan&lt;br /&gt;sipadan ligitan merupakan salah satu pulau Indonesia yang masuk dalam zona rawan intervensi. Wlaupun pulau ini bukanlah pulau yang luas, sipadan ligitan, kerapkali menimbulkan intervensi dan pengklaiman sepeihak terhadap kepemilikian pulau tersebut. Hal ini dikatenakan masih sangat lemahnya sistem hukum, dan pertahanan dan keamanan Negara.&lt;br /&gt;Pada kekade 2000 lalu, sipadan ligitan kembali mengundang polomik terhadap Negara lain. Kali ini adalah negeri jiran malaisia yang mengklaim, atas kepemilikan dua pulau tersebut. Merekan mengeluarkan sebuah pernyataan yang sangat menyakitkan bangsa Indonesia. Kepemilikan Indonesia atas sipadan ligitan tidak diakui malahan merekan mengakui bahwa merekalah yang berhak atas kepemilikan sipadan dan ligitan.&lt;br /&gt;Hal ini mengundang reaksi keras dari pihak Indonesia maupun pihak luar. Berbagai bentuk protes dan upaya telah di lancarkan sebagai upaya Indonesia mempertahankan hak dan kedaulatanya. Namun upaya-upaya tersebut harus terhenti ketika PBB menyatakan kepemilikan sipadan dan ligitan sebagai bagian dari wilayah Malaysia.&lt;br /&gt;Kasus Pulau Ambalat&lt;br /&gt;tak beda juga dengan ambalat, sebuah pulau yang masuk dalam zona kritis intervensi. Kali ini juga Indonesia dan Malaysia kini menghadapi persoalan wilayah Ambalat akibat pemberian konsesi untuk ekplorasi minyak oleh perusahaan minyak Malaysia (Petronas) pada 16 Februari 2005 kepada perusahaan Shell asal Inggris/Belanda di Laut Sulawesi yang berada di sebelah timur Pulau Kalimantan. Indonesia menyebut wilayah yang diklaim Malaysia itu blok Ambalat dan blok East Ambalat. Di blok Ambalat, Indonesia telah memberikan konsesi kepada ENI (Italia) pada tahun 1999 dan sekarang dalam tahap eksplorasi. Sedangkan blok East Ambalat diberikan kepada Unocal (AS) pada tahun 2004. Untuk blok East Ambalat, kontrak baru ditandangani 13 Desember 2004. Namun kontrak ini menjadi bermasalah ketika Malaysia mengklaim masalah tersebut sebagai wilayahnya dan menolak klaim Indonesia. Malaysia mengklaim Ambalat wilayahnya dengan pertimbangan berada dalam teritorial Malaysia sebagai implikasi lepasnya Sipadan-Ligitan yang tentu berdampak kepada luas batas perairannya. Parahnya, kedua negara belum menuntaskan garis batas teritorial laut. Perdana menteri Abdullah Ahmad Badawi dengan tegas mengklaim wilayah East Ambalat adalah wilayahnya, sebaliknya dan patut diherankan adalah pernyataan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono yang tidak menganggap sikap Malaysia tersebut sebagai ancaman. Pernyataan tersebut tentu mempunyai banyak interpretasi. Sebagai salah satu bentuk sikap politik yang bersahabat dan etis mungkin hal itu dapat dibenarkan, namun dalam kondisi keterpurukan Indonesia seperti sekarang, ketegasan sangat diperlukan untuk mengatakan sikap Malaysia tersebut dapat menjadi ancaman bagi Indonesia. Belajar dari pengalaman Sipadan-Ligitan, sikap Indonesia yang kurang tegas dan tanggap menghasilkan lepasnya kedua pulau tersebut dari pangkuan Indonesia. Tentu Indonesia tidak rela Ambalat jatuh ke tangan Malaysia, karena bukan tidak mungkin akan menyusul penguasaan wilayah Indonesia oleh negara tetangga terhadap pulau-pulau kecil dan wilayah perairannya yang diperkirakan mencapai 92 buah pulau kecil perbatasan. Jika Ambalat lepas dari Indonesia, hal itu semakin membuktikan kedaulatan negara terancam dan harga diri serta martabat bangsa rendah di mata dunia. Kegagalan Pemerintah.Kasus Ambalat muncul seiring dengan lepasnya Sipadan-Ligitan lewat Mahkamah Internasional tahun 2002. Kasus ini sebagai bukti kegagalan pemerintah dalam memberikan perhatian yang serius terhadap pulau-pulau kecil perbatasan dan wilayah perairan di dalamnya. Berdasarkan daftar koordinat geografis titik-titik garis pangkal kepulauan Indonesia telah diundangkan pada peraturan Nomor 38 tahun 2002 terdapat 183 titik dasar (TD) dan lebih dari 50 persen TD berada di pulau-pulau kecil atau berjumlah sekitar 92 pulau kecil. Dari 92 Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT) terdapat sekitar 88 pulau yang berbatasan langsung dengan negara tetangga. Berdasarkan data DKP, 21 pulau berbatasan dengan Malaysia, 25 dengan Australia, 12 dengan Filipina, 11 dengan India, 7 dengan Palau, 5 dengan Timor Leste, 4 dengan Singapura, 2 dengan Vietnam dan 1 dengan Papua New Guinue. Sebanyak 50 persen berpenduduk dengan luas wilayah 0,02-200 km2, sisanya belum berpenduduk. Pulau-pulau tersebut mempunyai nilai strategis bagi eksistensi dan kedaulatan bangsa Indonesia sekaligus juga merupakan sumber baru pertumbuhan ekonomi bangsa. Terdapat tiga fungsi penting PPKT tersebut. Pertama, sebagai fungsi pertahanan dan keamanan. PPKT memiliki peran penting keluar masuknya orang dan barang. Praktik-praktik penyelundupan senjata, barang-barang illegal, obat-obatan terlarang, pemasukan uang dolar palsu, perdagangan wanita, pembajakan, pencurian hasil laut dan menjadi lalu lintas kapal-kapal asing. Contoh Pulau Miangas dan Palmas, yang sampai kini masih dipersoalkan Filipina. Kedua, sebagai fungsi ekonomi. Sangat jelas PPKT ini memiliki peluang dikembangkan sebagai wilayah potensial industri berbasiskan sumberdaya seperti industri perikanan, pariwisata bahari, industri olahan dan industri-industri lainnya. Ketiga ; sebagai fungsi ekologi. Ekosistem pesisir dan laut PPKT dapat berfungsi sebagai pengatur iklim global, siklus hirologi dan biokimia, sumber energi alternatif, sumber plasma nutfah dan sistem penunjang lainnya. Kasus Ambalat mem-buktikan batas wilayah Indonesia-Malaysia belum diatur. Juga batas wilayah dengan negara lainpun belum diatur oleh Indonesia dan negara bersangkutan. Penataan batas wilayah penting segera dilakukan karena menyangkut wilayah pengelolaan sumber daya laut sekaligus mempertahankan wilayah NKRI. Dari rezim hukum laut yang ada, terdapat beberapa rezim yang belum diatur antara lain pertama, zona tambahan (contingues zone). Zona ini merupakan zona pelindung atau sea belt. Indonesia memiliki kewenangan dalam kegiatan imigrasi, kemaritiman dan bea cukai. Wilayah ini diukur 24 mil dari garis pantai terluar atau 12 mil dari sisi terluar laut teritorial. Sampai saat ini Indonesia belum meng”undang”kan zona tambahan. Kedua, wilayah laut lepas. Wilayah perairan ini berada di luar Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE). Penataan zona ini akan berdampak kepada pemberian izin bagi nelayan negara lain untuk beroperasi di perairan Indonesia. Sampai saat ini Indonesia belum pernah melapor dan memberitahu batas wilayah laut lepas ini. Ketiga, wilayah landas kontinen (continental shelf). Wilayah ini merupakan dasar laut yang ada di sisi luar garis pangkal atau mengarah ke luar garis pangkal kepulauan. Di wilayah ini Indonesia dapat melakukan penelitian, ekplorasi ikan dan aktivitas lainnya. Sampai saat ini Indonesia belum melakukan pengakuan di mana batas landas kontinentalnya. Kasus Ambalat tentu harus diselesaikan secara damai. Pengerahan angkatan perang AL telah menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menjaga wilayahnya. Setidaknya terdapat beberapa langkah lain yang dipandang perlu dilakukan. Pertama, diplomasi langsung antarpemerintah, kalau perlu antarkepala negara tanpa harus merasa rendah diri. Hal ini penting segera dilakukan karena peluang Malaysia mendapatkan Ambalat terbuka lebar, belajar dari skema penyelesaian Sipadan-Ligitan. Diplomasi dilakukan dengan tetap menggunakan landasan internasional. Langkah pertama ini harus dengan tegas dan kalau perlu Indonesia harus ngotot mempertahankannya. Kedua, pemberdayaan Pulau-Pulau Kecil Perbatasan. Tugas ini menjadi kewajiban Departemen Kelautan dan Perikanan. Sampai saat ini pemberdayaan PPKT belum optimal dan masih banyak yang berupa profil pulau-pulau kecil. Ketiga, pengawasan dan pengamanan kawasan laut terpadu. Pengerahan satuan keamanan laut harus dilakukan secara terpadu dengan sistem yang terkoordinir secara terpusat. Dengan keterbatasan kapal pengaman diperlukan strategi yang efektif. Penempatan kapal-kapal TNI AL di laut perbatasan dan koordinasi antarpihak dapat menjadi solusi untuk efektifitas pengamanan laut Indonesia.&lt;br /&gt;Kasus pemukulan wasit karate dimalaisis&lt;br /&gt;kasus pemukulan wasit karate Donald Pieters Leuthers K pada saat pertandingan sea games di Malaysia mengundang banyak polomik. Pengeroyokan yang dilakokan oleh oknum-oknum polisi Malaysia terhadap Donald mengundang kemarahan dan kecaman-kecaman Negara lain terhadap Malaysia.&lt;br /&gt;Salah satunya adalah Indonesia yang mengaku tidakm terima atas perlakuan Malaysia tersebut. Menurut Indonesia sikap Malaysia sangat brutal dan arogan. Apalagi yang melakukan pengeroyokan tersebut adalah oknum-oknum polisi. Hal ini tentunya menggambarkan betapa buruknya mentalitas masyarakat Malaysia. Begitu bobroknya norma-norma mereka hingga oknum polisi yang seharusnya memberikan pelayanan malah menjadi teroris massa.&lt;br /&gt;Pernyataan Indonesia juga keluar dari SBY yang mengutarakan keprihatinanya terhadap insidentersebut.&lt;br /&gt;Kasus Tari Reog di Ponorogo&lt;br /&gt;tidak hanya pulau-pulau saja yang diklaim kepemilikanya atas Malaysia tetapi dewasa ini juga mengarah pada sasaran baru, yaitu kesenian tari reog asal ponorogo, jawa timur. Malaysia mengklaim bahwa tari reog asal ponorogo yang dalam bangsa Malaysia menyebutnya barongan di akui sebagai kebudayaan asli Malaysia.&lt;br /&gt;Menurut saya sebagai penulis makalah ini, sungguh amat sangatlah bodoh dan konyol, tindakan negeri jiran tersebut. Kalo boleh diibaratkan mereka bagaikan anak kecil yang mencuri di tengah kota. Mereka tidak mempunyai dasar apa-apa yang kuat yang dapat membuktikan kepemilikan atas kebudayaan reog ponorogo.&lt;br /&gt;Peri bahasa mengatakan “Katak berjalan, tak dapat belang Tertutup Ranting Pohon”. Malaysia yang malu akan perbuatanya itu menutupinya dengan permintaan maaf kepada Malaysia namun dalam hati mereka masih mencari-cari celah untuk dapat melompat dan mencuri makanan.&lt;br /&gt;Mungkin juga saya berpendapat jika Malaysia memang Negara terbelakang. Ekonomi mereka saja yang maju, tapi mental mereka sama-sekali tak berkembang, dan tak dapat menciptakan inovesi-inovesi baru dan kemudian mencuri milik tetangga.&lt;br /&gt;Bukti yang menyatakan pernyataan saya tersebut, adalah kasus yang baru-baru ini terjadi dan melibatkan artis-artis Indonesia dengan Timnas sepek bola Malaysia. Dalam pertandingan sepek bola artis kemarin Malaysia vs Indonesia, lagi-lagi ,negeri jiran itu melakukan tindakan konyolnya dengan memainkan pemain-pemain Tomnasnya untuk melawan tim sepek bola artis Indonesia. Sangat-amat tidak sportif! Itu yang mungkin bisa dikatakan untuk menanggapi hal tersebut. Apalagi mengingat, permainan keras Malaysia. Memang Indonesia kalah 1-3 atas timnas Malaysia. Namun setidanya Indonesia menang telak atas sportifitas Indonesia. Apalagi Indonesia mampu menjebol keperawanan penjaga gawang inti dari Malaysia.&lt;br /&gt;Dari kasus-kasus tersebut dapat menjadi pelajaran bagi kita, tentang pentingnya semangat nasionalisme, cinta tanah air dan patriotisme. Kita tentunya berharap tidak akan lagi terjadi kasus-kasus yang merugikan Indonesia. Hal ini dapat kita siasati dengan peningkatan semua aspek kehidupan dan kenegaraan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/dam.php?b=7491" type="text/javascript"&gt;
     &lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1657488210880220869-4345641876257259712?l=orrochimaru2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orrochimaru2.blogspot.com/feeds/4345641876257259712/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1657488210880220869&amp;postID=4345641876257259712' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1657488210880220869/posts/default/4345641876257259712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1657488210880220869/posts/default/4345641876257259712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orrochimaru2.blogspot.com/2008/08/nasionalisme.html' title='NASIONALISME'/><author><name>Risza Oki Pardira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18128198406574261459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_RJ5VsRWqyBg/SHonqwkYDwI/AAAAAAAAAAM/2UcCd-5CgNA/S220/1_897606453m.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1657488210880220869.post-3749288423492459017</id><published>2008-08-13T07:12:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T07:14:39.619-07:00</updated><title type='text'>BISNIS INTERNASIONAL</title><content type='html'>&lt;div align="center"&gt; MATERI BISNIS INTERNASIONAL&lt;/div&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;br /&gt;Studi bisnis internasional mulai berkembang sejak akhir PD II dan memberi dimensi baru bagi studi ekonomi dan manajemen. Salah satu disiplin ilmu yang dianggap dekat dengan studi bisnis internasional, adalah ekonomi internasional dan perdagangan internasional. Adapun yang membedakan antara ekonomi internasional/ perdagangan internasional dengan bisnis internasional adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Ekonomi internasional (perdagangan internasional), menitikberatkan perhatiannya kepada hubungan ekonomi antar Negara. Sedangkan bisnis internasional, focus perhatiannya adalah pelaku (perusahaan)yang memainkan peran dalam bisnis internasional.&lt;br /&gt;Dimasa lalu bisnis internasional tidak berkembang dengan pesat dikarenakan alas an-alasan berikut:&lt;br /&gt;PD II hanya dikenal sebagai era kehancuran dan peperangan, sehingga memungkinkan terjadinya integrasi ekonomi serta kerjasama ekonomi antar Negara-negara.&lt;br /&gt;Pada masa tahun 1914-1950. Strategi kerjasama internasional, investasi portofolio tanpa keterlibatan manajerial. Dimana periode ini perdagangan internasional didominasi oleh perusahaan-perusahaan Amerika Serikat.&lt;br /&gt;Meningkatnya kegiatan bisnis internasional dimulai sejak berakhirnya PD II (kolonialisme) dengan semakin berkembangnya usaha-usaha pembangunan ekonomi Negara-negara yang baru merdeka. Terlebih lagi dengan dianutnya politik ekonomi terbuka yang dipelopori oleh AS dan Negara-negara industri barat lainnya.&lt;br /&gt;Selanjutnya Pang Lay Kim, dalam bukunya “bisnis internasional dalam lingkungan yang sedang berubah”, mengatakan bahwa meningkatnya kegiatan bisnis internasional setelah PD II sampai awal 1960, telah memberikan kesempatan kepada semua perusahaan modern untuk memasuki pasar internasional dan menempatkan diri dalam deretan MNC.&lt;br /&gt;Disamping meningkatnya perdagangan internasional dalam arti kegiatan ekspor-impor, investasi antar Negara juga mulai berkembang dengan pesat. Pada akhir 1960-an, banyak perusahaan baik negara maupun swasta, secara pesat telah melanggar batas-batas nasional dan sering mengabaikan hambatan-hambatanpolitik dan ekonomi tradisional. Perusahaan-perusahaan tersebut antara lain berusaha memanfaatkan peluang pasar bebas untuk tetap mempertahankan produksi skala masal, sehingga perusahaan-perusahaan tersebut harus mendcari psar-pasar baru dan memperluas pasar-pasar yang ada. Dengan investasi, perusahaan dapat meningkatkan keuntungan perusahaan.&lt;br /&gt;Kegiatan perusahaan-perusahaan tersebut dimungkinkan oleh strategi nasional suatu Negara. Dalam hal ini contoh yang menarik adalah usaha kerjasama antara Negara eropa untuk melakukan integrasi ekonomi dalam kelompok MEE. Adanya hambatan tarif baru di MEE bagi barang-barang AS dan ditambah dengan keuntungan potensial pasaran missal baru telah memicu investasi langsung Amerika di Eropa.&lt;br /&gt;Perkembangan investasi luarnegeri juga, menggambarkan adanyta pergeseran dalam kegiatan perdagangan internasional. Dengan mendahulukan kegiatan investasi langsung di luar perdagangan ekspor-impor dan investasi portofolio, dimana perusahaan asing langsung terlibat dalam masalah-masalah internal Negara-negara yang dimasukinya. Apa keuntungan bagi Negara yang bersangkutan ?&lt;br /&gt;Perkembangan bisnis internasional tidak lepas dari perkembangan ekonomi dan perdagangan internasional. Dalam perdagangan internasional tejadi perkembangan dari konsep absolute advantage kepada konsep comparative advantage, adanya pergeseran strategi dari bentuk kegiatan perdagangan ekspor-impor kebentuk penanaman modal langsung maupun tidak langsung.&lt;br /&gt;Perluasan kegiatan bisnis internasional semakin memberi peluang bagi usah pengembangan ekonomi dengan mengembangkan bisnis internasional, perusahaan-perusahaan nasional akan bisa memperluas pemasarannya dari pasar local ke pasar dunia.&lt;br /&gt;Alasan yang melatarbelakangi pengembangan bisnis internasional, adalah:&lt;br /&gt;Dari segi pertumbuhan ekspor, produsen nasional menghadapi peluang pasar dalam negeri yang semakin terbatas. Terobosan melalui ekspor memperluas kemungkinan peluang bagi produk-produk mereka di Negara lain. Faktor-faktor yang melatar belakangi masuknya perusahaan-perusahaan AS ke pemasaran internasional adalah&lt;br /&gt;Terdorong oleh melemahnya kesempatan pemasaran di dalam Negara.&lt;br /&gt;Perusahaan-perusahaan AS melakukan perdagangan internasional karena terbukanya peluang bagi produk-produk mereka di Negara lainnya.&lt;br /&gt;Adanya peralihan dari dua actor menjadi multiaktor, inti dari peralihan ini adalah semakin banyaknya pelaku bisnis internasional, yang semula didominasi oleh perusahaan-perusahaan AS, kemudian ditambah dengan perusahaan-perusahaan eropa barat, jepang dan dari dunia ketiga. Selain itu Negara-negara berkembang berhasil menyatakan diri kedalam kelompok 77 dialog utara selatan dan munculnya badan-badan internasional seperti IMF, bank dunia. PBB terhadap perusahaan-perusahaan multinasional.&lt;br /&gt;Perkembangan bisnis internasional dari bentuk klasik yakni strategi ekspor-impor kebentuk penanaman modal asing secara langsung. Strategi perusahaan semacam ini menjadi salah satu faktor peningkatan bumi internasional. Karena dalam bentuk/ strategi seperti ini dimana perusahaan-perusahaan tidak mengekspor produknya, tetapi mengekspor manajemennya. Ini berarti ada pengaruh manajerial langsung ke Negara tuan rumah.&lt;br /&gt;RUANG LINGKUP BISNIS INTERNASIONAL&lt;br /&gt;BISNIS INTERNASIONAL&lt;br /&gt;BAB II KULIAH 2&lt;br /&gt;Bisnis internasional bersifat luas dan multidimensional, maka pelaku bisnis/ perusahaan perlu memiliki kawasan yang luas dalam menjalankan kegiatannya.&lt;br /&gt;Seperti yang dikatakan Pang Lay Kim, bahwa bisnis internasional merupakan arena bagi hampir semua unsur seperti politik, ekonomi dan diplomasi. Hubungan internasional secara nyata ikut berperan, mempengaruhI dan bersaing serta bekerja sama dalam bisnis internasional.&lt;br /&gt;Sebagaimana dinyatakan oleh Moyer, bidang bisnis internasional meminjam beberapa disiplin akademis termasuk ekonomi internasional, antropologi budaya dan ilmu politik.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, studi bisnis internasional biasanya meliputi hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;Operasi perusahaan dalam negeri di luar negeri (investasi)&lt;br /&gt;Perdagangan ekspor dan impor. Bidang studi ini telah sejak lama menarik para ekonom, karena arus perdaangan internasional memiliki dampak besar bagi pembangunan dan kegiatan ekonomin lokal&lt;br /&gt;Manajemen perbandingan. Membandingkan perusahaan dalam dan luar negeri.&lt;br /&gt;Perbandingan sistem ekonomi.&lt;br /&gt;Analisis bisnis fungsional, yang meliputi permasalahan international, keuangan internasional dan manajemen internasional.&lt;br /&gt;Kegiatan perusahaan multinasional di Negara-negara lain, tidak berbeda jauh dari kegiatan pemasaran internasional sebagai sub fungsi dari bisnis internasional. Phillips kotler, membedakan strategi-strategi perusahaan dalam pemasaran internasional sebagai berikut:&lt;br /&gt;Kegiatan ekspor yang terdiri atas ekspor langsung dan tidak langsung&lt;br /&gt;Kegiatan usaha patungan yang terdiri atas:&lt;br /&gt;Lisensi, hak untuk menggubakan proses manufacturing yang mengandung royalti pembayaran&lt;br /&gt;Kontrak pabrtik local untuk menghasilkan produksi&lt;br /&gt;Kontrak manajerial&lt;br /&gt;Usaha patungan pemilikan, penanaman modal asing bergabung dengan penanaman modak dalam negeri&lt;br /&gt;Investasi langsung, dalam bentuk investasi perakitan atau fasilitas manufakturing asing.&lt;br /&gt;LINGKUNGAN BISNIS INTERNASIONAL&lt;br /&gt;Bisnis Internasional&lt;br /&gt;Bab I Kuliah 1&lt;br /&gt;Dalam kegiatan dan perumusan strategi bisnis, perusahaan internasional biasanya mempertimbangkan berbagai faktor eksternal, tidak hanya ekonomi tetapi juga sosial-budaya politik dan kedaulatan hukum.&lt;br /&gt;Konsep kepentingan nasional dan pandangan hidup masyarakat setiap Negara berbeda karena itu perusahaan multinasional tidak bias secara bebas mengendalkikan seluruh kegiatannya di Negara tuan rumah.&lt;br /&gt;Perbedaan kepentingan nasional tidak menutup kemungkinan terjadinya konflik perusahaan internasional dengan mitra usahanya, masyarakat, konsumen, tenaga kerja lokal tuan rumah.&lt;br /&gt;Kedaulatan nasional&lt;br /&gt;Kehidupan nasional suatu negara jelas berbeda dengan kehidupoan negara-negar lain di dunia. Kehidupan nasional yang meliputi kehidupan ekonomi, sosial budaya, politik serta hukum secara unik berkembang atas dasar kedaulatan dalam batas wilayah nasional suatu negara, meskipun tidak tertutup kemungkinan terjadinya lintas sosial budaya, politik, ekonomi antar negara. Seperti apa yang dikemukakan oleh Farmer dan Richman.”suatu negara bangsa secara khas memiliki sistem moneternya sendiri dan dikelola dengan cara apapun yang dinilai sesuai.”&lt;br /&gt;Oleh karena itu, untuk memasuki wilayah pemasaran negara lain, kemampuan untuk memahami serta beradaptasi dengan lingkungan kehisdupan setempat perlu dimiliki oleh perusahaan asing. Sebab, analisis aspek kehidupan negara tersebut sangat diperlukan dalam perumusan strategi perusahaan.&lt;br /&gt;Disamping adanya dampak positif terhadap kehidupan ekonomi bagi pembangunan ekonomi suatu negara, peranan perusahaan multinasional sering mendapat kritikan. Dengan kata lain masuknya perusahaan asing dikhawatirkan akan melunturkan kedaulatan suatu bangsa.&lt;br /&gt;Kritik-kritik semacam ini, akan memperoleh kebenaran apabila perusahaan multinasional tidak menyesuaikan diri dengan tata kehidupan negara tuan rumah dan terlebih lagi apabila condong memaksakan atau berusaha mengendalikan sistem sosial budaya, politik dan ekonomi negara asal ke negara tuan rumah.&lt;br /&gt;Walaupun demikian, ini tidak berarti bahwa perusahaan asing harus meninggalkan tata nilai kehidupan negara asalnya dan sasaran strategi perusahaannya. Pada tingkat tertentu, interaksi perusahaan multinasional dengan negara operasinya sering memberikan kontribusi positif bagi proses pertukaran budaya, alih teknologi, dan keterampilan manajemen yang bermanfaat bagi negara tuan rumah.&lt;br /&gt;Aspek Sosial-Budaya&lt;br /&gt;Perbedaan struktur sosial budaya, yang mirip hasil produk budaya masyarakat maju, merupakan kendala bagi perusahaan internasional. Suatu perusahaan asing secara sadar/ tidak, membawa tata nilai budaya negara asalnya, yang berlainan dengan tata nilai masyarakat setempat, sehingga memungkinkan terjadinya bentrokan sosial budaya antar kedua belah pihak.&lt;br /&gt;Aspek sosial budaya ini dapat mempengaruhi fungsi-fugsi manajemen, pemasaran, sumber daya manusia, produksi, dan strategi perusahaan.&lt;br /&gt;Banyak ccontoh bisa dikemukakan, tetapi yang jelas perusahaan multinasional sebaiknya menyesuaikan strateginya dengan sistem sosial budaya masyarakat lokal. Adaptasi sosial budaya dimaksudkan untuk mengurangi resiko konflik atau pertentangan sosial budaya dengan masyarakat lokal.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;Masuknya produk-produknya impor, hamburger, dan lain-lain telah merubah gaya hidup masyarakat terutama yang ingin mengidentifikasikan diri sebagai masyarakat modern.&lt;br /&gt;Norma budaya barat melakukan sikap ibyektif atas dasar analisis fakta, sedangkan budaya timur mendasarkan pada hal yang pribadi, emosional, mistikal dan lain-lain.&lt;br /&gt;Dalam budaya timur jauh, sikap sopansantun dianggap lebih bernilai daripada kebenaran. Eksekutif jepang, misalnya, merasa tidak wajar untuk mengatakan tidak dalam situasi-situasi tertentu.&lt;br /&gt;Penghargaan terhadap waktu dan lain-lain.&lt;br /&gt;Aspek poltik&lt;br /&gt;Aspek politik tergolong kritis dalam perlusan operasi perusahaan internasional. Perusahaan multinasional biasanya melakukan analisis resiko politik terhadap negara yang menjadi wilayah operasinya tidak mengherankan bagi suatu perusahaan untuk tidak melakukan investasi di negara yang mengalami peperangan atau instabilitas politik dalam negeri sikap ini didasari akan kekhawatiran akan perubahan situasi politik yang bisa merugikan operasi perusahan multinasional.&lt;br /&gt;Sebagai contoh, suatu studi untuk PBB, menunjukkan 1705 perusahaan transnasional yang dibebaskan secara paksa (divestment) di 79 negara berkembang selama 20 tahun dari tahun 1960-tahun 1979.masalah perusaaan multinasional yang sering menjadi topik perdebatan politik, karena kehadirannya yang mempengaruhi politik dalam negeri suatu negara. Meluasnya operasi perusahaan multinasional di negara-negara berkembang dikhawatirkan akan mengurangi bobot kedaulatan negara, dan tidak jarang dicurigai sebagai bentuk perluasan kapitalisme yang bertentangan dengan prinsip/ ideologi nasional mereka.&lt;br /&gt;Kehadiran ninvestasi negara-negara barat dan jepang sempat menjadi masalah politik dalam negeri Indonesia. Di mata orang indonesia aspek dari modal asing ini dianggap sebagai pengaruh negatif dari kebijaksanaan-kebijaksanaan sekarang diberlakukan. Karena mereka berpendapat penanaman modal asing telah memperbesar ketergantungan Indonesia kepada negara-negara barat dan jepang.&lt;br /&gt;Aspek ekonomi&lt;br /&gt;Lingkungan ekonomi beserta perubahannya, baik didalam maupun di luar negeri, berpengaruh terhadap kegiatan perusahaan internasional. Pertumbuhan dan perubahan struktur ekonomi, yang merupakan unsur penting, sering menjadi perhatian oleh perusahaan-perusahaan multinasional dalam melakukan kegiatan bisnis internasionalnya. Unsur-unsur tersebut turut menentukan tingkat penawaran dan pemasaran dalam kegiatan bisnis internasional.&lt;br /&gt;Menurunnya tingkat pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat melemahkan tingkat konsumsi masyarakat, sehingga mengurangi daya beli mereka.&lt;br /&gt;Hal ini terutama karena kegiatan-kegiatan perusahaan internasional didorong oleh motivasi ekonomi dan perusahaan patut memperhtungkan perkembangan lingkungan eknomi. Seperti, salah satu pendorong perusahaan AS memasuki pasar internasional adalah untuk mencari pangsa pasar di luar negeri, akibat melemahnya pemasaran di dalam negeri sehubungan menurunya GNP.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/dam.php?b=7491" type="text/javascript"&gt;
     &lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1657488210880220869-3749288423492459017?l=orrochimaru2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orrochimaru2.blogspot.com/feeds/3749288423492459017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1657488210880220869&amp;postID=3749288423492459017' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1657488210880220869/posts/default/3749288423492459017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1657488210880220869/posts/default/3749288423492459017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orrochimaru2.blogspot.com/2008/08/bisnis-internasional.html' title='BISNIS INTERNASIONAL'/><author><name>Risza Oki Pardira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18128198406574261459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_RJ5VsRWqyBg/SHonqwkYDwI/AAAAAAAAAAM/2UcCd-5CgNA/S220/1_897606453m.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1657488210880220869.post-1025348195353331230</id><published>2008-07-13T08:54:00.000-07:00</published><updated>2008-07-13T08:58:21.110-07:00</updated><title type='text'>1st post</title><content type='html'>fuufhh!!akhirnya blog gw jadi juga setelah beberapa kali blog gw di blokir coz dah lama ga aktif,,hehe,,blog ini rencananya mo gw isi ama tulisan2 iseng aja si,,tapi moga2 tulisan2 yg "mungkin" ga bermutu ini bisa bermanfaat,,,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LET'S START!!!!SEMANGAT!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;script src="http://kumpulblogger.com/dam.php?b=7491" type="text/javascript"&gt;
     &lt;/script&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1657488210880220869-1025348195353331230?l=orrochimaru2.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://orrochimaru2.blogspot.com/feeds/1025348195353331230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1657488210880220869&amp;postID=1025348195353331230' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1657488210880220869/posts/default/1025348195353331230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1657488210880220869/posts/default/1025348195353331230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://orrochimaru2.blogspot.com/2008/07/1st-post.html' title='1st post'/><author><name>Risza Oki Pardira</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18128198406574261459</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp3.blogger.com/_RJ5VsRWqyBg/SHonqwkYDwI/AAAAAAAAAAM/2UcCd-5CgNA/S220/1_897606453m.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
